Home › Internasional

Partai Trump Kalah di Pemilu Sela AS, Iran Ikut Bersorak dan Sebut Warga Amerika Menolak Perang

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 06/11/2026 09:30 WIB


Ilustrasi pemilu paruh waktu Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Elizabeth Mendez via CNA)
Ilustrasi pemilu paruh waktu Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Elizabeth Mendez via CNA)

Jakarta, INDONEWS.ID - Kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) disambut pejabat Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Ghalibaf menyebut warga Amerika telah menolak perang.

"Hati nurani atau biaya hidup, rakyat Amerika berkata TIDAK UNTUK PERANG, dan kami mendukung pesan ini," tulis Ghalibaf di media sosial X, seperti dikutip dari Newsweek.

Newsweek melaporkan Partai Demokrat meraih mayoritas di Senat dan DPR AS, dengan sedikitnya 54 kursi Senat dan 228 kursi DPR. Kursi Senat di Texas, Kansas, dan Iowa beralih ke Demokrat.

Penasihat Panglima Garda Revolusi Iran, Hamidreza Moghaddamfar, mengaitkan kekalahan Republik dengan apa yang ia sebut kekalahan besar AS dalam perang melawan Iran.

Presiden AS Donald Trump sendiri mengakui isu Iran ikut memengaruhi hasil pemilu.

"Saya pikir sebagian dari itu adalah Iran," kata Trump, seperti dikutip dari Newsweek.

Respons Teheran ini muncul bertepatan dengan peringatan 47 tahun pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 4 November 1979.*

(Rikard Djegadut)

Artikel Lainnya