Home › Bisnis

Vokasi UI Dorong Transformasi UMKM Depok melalui Inovasi Bisnis Berkelanjutan

Oleh : rio apricianditho - Sabtu, 07/11/2026 18:35 WIB


Vokasi UI Dorong Transformasi UMKM Depok melalui Inovasi Bisnis Berkelanjutan

Depok, INDONEWS.ID - Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia melalui Departemen Administrasi Bisnis menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Transformasi UMKM Berbasis Inovasi Bisnis Berkelanjutan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi Lokal.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Depok agar mampu mengembangkan usaha yang lebih inovatif, adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Program yang dipimpin oleh Mila Viendyasari, M.Si., M.T. ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan praktis bagi pelaku UMKM. Pendekatan yang dikembangkan mencakup penerapan model bisnis berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, serta praktik usaha yang lebih ramah lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, pelaku UMKM didorong untuk tidak hanya meningkatkan kinerja ekonomi, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh penguatan kapasitas dalam pemanfaatan pemasaran digital, pencatatan keuangan digital, efisiensi penggunaan bahan baku, serta pengurangan limbah. Pelaku usaha juga diperkenalkan pada pentingnya mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Mila Viendyasari, M.Si., M.T. menyampaikan bahwa pengembangan UMKM perlu didukung oleh inovasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

“Pengembangan UMKM perlu didukung oleh inovasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Melalui penerapan model bisnis berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus membangun usaha yang lebih adaptif dan tangguh dalam jangka panjang,” ungkap Mila.

Sementara itu, Radityo Kususmo Santoso, S.I.A., M.M. menekankan pentingnya kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen dan meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan.

“Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, green marketing menjadi salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk menciptakan nilai tambah bagi produk mereka. Melalui inovasi yang berkelanjutan dan komunikasi pemasaran yang transparan, pelaku usaha dapat membangun identitas merek yang lebih kuat serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Strategi ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk membedakan produknya dari kompetitor sekaligus mengembangkan hubungan jangka panjang dengan pelanggan,” jelasnya.

Dari aspek komunikasi pemasaran, Asstrid Febrina Rizal selaku narasumber turut menyoroti pentingnya visual produk dalam membangun daya tarik dan memperkenalkan identitas usaha kepada konsumen.

“Bagi pelaku UMKM, foto produk menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan identitas usaha kepada calon konsumen. Foto yang ditampilkan di media sosial perlu dibuat semenarik mungkin agar produk lebih mudah menarik perhatian. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan peralatan sederhana, memilih latar belakang yang sesuai, mengatur komposisi, serta melakukan penyuntingan seperlunya tanpa menghilangkan karakter asli produk,” paparnya.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini turut didukung oleh Vokasi Bisa, sebuah inisiatif di bawah naungan Yayasan Ruang Karya Berdampak (RKD). Dukungan ini merefleksikan praktik kolaborasi antara perguruan tinggi dan ekosistem pemberdayaan masyarakat untuk memperluas manfaat pendidikan vokasi, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM.

Rienzy Kholifatur R. dari Vokasi Bisa berpandangan bahwa pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM karena menghubungkan pengetahuan akademik dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha.

“Pendidikan vokasi seharusnya tidak hanya mempersiapkan seseorang untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan untuk menciptakan pekerjaan dan mengembangkan usaha. UMKM membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan menghasilkan produk. Mereka juga perlu memahami pengelolaan keuangan, pemasaran, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan membaca peluang pasar. Ketika pengetahuan bertemu dengan keterampilan praktis, pendidikan vokasi dapat menjadi salah satu penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pandangan tersebut memiliki landasan empiris. Penelitian Christopher Egu Beetseh (2025) terhadap pemilik dan pengelola UMKM di Federal Capital Territory, Abuja, Nigeria, menemukan bahwa keterampilan intelektual dan keterampilan vokasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan UMKM. Temuan ini memperlihatkan bahwa kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, memecahkan persoalan, dan mengambil keputusan bisnis.

Sementara itu, Andhita Yukihana R., pengurus Yayasan Ruang Karya Berdampak (RKD), menekankan bahwa pemberdayaan UMKM perlu dipahami sebagai proses jangka panjang yang melampaui kegiatan pelatihan.

“Pemberdayaan ekonomi tidak cukup hanya dengan memberikan keterampilan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana keterampilan tersebut dapat membuka kesempatan, meningkatkan kemandirian, dan menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pendidikan dan pelatihan perlu dihubungkan dengan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, akses terhadap peluang usaha, serta pendampingan yang berkelanjutan. Kita ingin UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungannya,” ungkap Andhita.

Perspektif tersebut diperkuat oleh penelitian Adamu dan Ayuba (2024) terhadap 103 pemilik UMKM yang pernah mengikuti pelatihan vokasional di Gombe, Nigeria. Studi tersebut menunjukkan bahwa pelatihan vokasi berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan kerja dan pendapatan. Namun, keberlanjutan hasil pelatihan juga membutuhkan dukungan akses terhadap permodalan, pasar, dan teknologi modern.

Studi Unar, Jameel, dan Asif (2026) mengenai dampak pelatihan vokasi terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di Hyderabad, Pakistan, juga menunjukkan bahwa penguasaan keterampilan praktis dapat memperkuat kemandirian finansial, kepercayaan diri, dan kapasitas pengambilan keputusan ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya tercermin dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari tumbuhnya kemampuan individu untuk menentukan masa depan ekonominya.

Melalui dukungan Vokasi Bisa dan Yayasan Ruang Karya Berdampak, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara pendidikan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha. Sinergi tersebut penting untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan di lingkungan pendidikan dapat memberikan manfaat yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan UMKM bukan sekadar tentang meningkatkan penjualan atau memperbesar skala usaha. Lebih dari itu, penguatan UMKM merupakan investasi dalam kapasitas manusia, kemandirian ekonomi, dan ketahanan masyarakat.

Pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan bagaimana seseorang bekerja, tetapi juga bagaimana seseorang mampu berkarya, menciptakan peluang, dan menggerakkan ekonomi di sekitarnya.

Artikel Lainnya