Home › Bisnis

Belanja Pemerintah Melonjak 8,95 Persen, Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen Melampaui Ramalan Ekonom

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 07/11/2026 19:53 WIB


Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Foto: detikcom)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Foto: detikcom)

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka ini lebih tinggi dari kuartal III 2025 yang sebesar 5,04 persen dan melampaui proyeksi sejumlah ekonom.

"Secara year-on-year, ekonomi kuartal III 2026 tumbuh sebesar 5,47 persen dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026), seperti dikutip dari Fortune Indonesia.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh paling kencang, yakni 8,95 persen, naik dari 5,66 persen pada periode yang sama tahun lalu. Pendorongnya antara lain belanja gaji dan tunjangan ASN serta belanja barang dan jasa, termasuk program Makan Bergizi Gratis.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dan menyumbang 51,97 persen produk domestik bruto (PDB). Investasi tumbuh 6,06 persen. Dari sisi lapangan usaha, penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh paling tinggi, 11,22 persen.

Sebelum rilis, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan pertumbuhan 5,23 persen. Saat ditanya soal selisih dengan proyeksi, Edy menegaskan BPS memakai ribuan jenis data.

"Proyeksi yang dilakukan oleh sejumlah lembaga penelitian kita tidak tahu persis," ujar Edy, seperti dikutip dari detikcom.*

(Rikard Djegadut)

Artikel Lainnya