Home › Daerah

Gelar Patriot Cilik di Lima Sekolah Bomberay, TEP Unpad Susun Modul Bahasa Iha Bersama Dewan Adat

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 08/11/2026 19:30 WIB


Gelar Patriot Cilik di Lima Sekolah Bomberay, TEP Unpad Susun Modul Bahasa Iha Bersama Dewan Adat

Fakfak, INDONEWS.ID - Siswa sekolah dasar di lima sekolah di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, belajar bahasa Iha dan mengenal praktik cinta tanah air melalui program Patriot Cilik. Untuk mendukung pembelajaran di kelas, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad) menyusun modul bahasa Iha bersama Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak.

Dalam pembelajaran interaktif, tim mengajak siswa mengenali contoh cinta tanah air dalam keseharian mereka, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati teman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kepala SD Inpres 3 Bomberay, Sukiman, mengapresiasi cara tim mengaitkan pendidikan karakter dengan kebiasaan sehari-hari siswa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena memberikan pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sukiman, Rabu (4/11/2026) lalu.

Melalui modul tersebut, TEP Unpad dan Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak memperkenalkan bahasa Iha kepada anak-anak di kawasan transmigrasi. Ketua I Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak berharap pengenalan di sekolah mendorong anak-anak untuk menggunakan bahasa Iha dalam keseharian.

“Kami berharap bahasa daerah ini dapat semakin dikenal, dipelajari, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Bahasa Iha merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Mbaham Matta Fakfak yang perlu kita jaga bersama,” ujarnya, Rabu (4/11/2026) lalu.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya menjelaskan bahwa Tim Ekspedisi Patriot dibentuk untuk membawa keahlian perguruan tinggi langsung ke kawasan transmigrasi.

“Melalui Tim Ekspedisi Patriot, kami ingin SDM-SDM unggul hadir di garis depan pembangunan Indonesia, sehingga kawasan-kawasan transmigrasi tersebut dapat berkembang lebih baik lagi,” ujar Menteri Transmigrasi, Senin (18/5/2026) lalu.

Artikel Lainnya