Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Mengutuk Keras Aksi Teror di Surabaya
Buntut aksi teroris di Surabaya, seluruh lapisan masyarakat Indonesia merasa berduka yang mendalam dan mengutuk aksi biadab tersebut .
Reporter: hendro
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Terkait aksi teroris yang terjadi di Surabaya yang mengakibatkan 13 orang tewas dan puluhan luka-luka, membiat seluruh masyarakat Indonesia berduka. Salah satunya Dewan Pengurus Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK).
Jajaran pengurus DPN IKAPTK, yang terdiri dari Ketua Umum DPN IKAPTK Reydonnyzar Moenek, Ketua Harian Agus fatoni, Sekretaris Jenderal Safrizal ZA menyatakan keprihatinannya dan mengutuk keras aksi tidak manusiawi yang dilakukan teroris.
Dalam pernyataan sikapnya IKAPTK terhadap
upaya teror bom yg terjadi di beberapa Gereja di Surabaya yg menyebabkan korban jiwa dan korban luka menyatakan, pertama rasa duka yg mendalam bagi para korban dan juga keluarga yg ditinggalkan.
Kedua, mengutuk dengan keras perbuatan biadab tersebut, yang tidak berperikemanusiaan dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun.
Ketiga, mendorong aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku dan mengadili serta menghukum seberat beratnya.
Keempat, mengajak pada setiap anak bangsa untuk waspada terhadap tindakan tindakan yang tidak berdasarkan akal sehat dan bersatu melawan terorisme demi tegaknya NKRI dan tidak terpancing provokasi dan isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Kelima, bagi seluruh umat beragama di seluruh tanah air teruslah bergandeng tangan, untuk tetap menjaga persaudaraan, mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta mempertahankan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 45.(hdr)