indonews

indonews.id

Banjir Di Aceh Selatan, Ribuan Jiwa Mengungsi

Sejak Jumat, (14/12/2018) banjir melanda Kabupaten Aceh Selatan. Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Selatan, banjir juga merendam ratusan rumah dan jalan lintas nasional yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara.

Reporter: Ronald
Redaktur: budisanten
zoom-in Banjir Di Aceh Selatan, Ribuan Jiwa Mengungsi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma mengatakan banjir yang sudah mencapai 1,5 hingga 3 meter, riibuan jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi aman. Sementara itu, pihaknya juga telah mendirikan posko pengungsian tersebar di empat titik.

Aceh, INDONEWS.ID - Sejak Jumat, (14/12/2018) banjir melanda Kabupaten Aceh Selatan. Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Selatan, banjir juga merendam ratusan rumah dan jalan lintas nasional yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma mengatakan banjir yang sudah mencapai 1,5 hingga 3 meter, riibuan jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi aman. Sementara itu, pihaknya juga telah mendirikan posko pengungsian tersebar di empat titik. 

"Banjir di Kabupaten Aceh Selatan merendam Kecamatan Trumon Tengah, Kecamatan Trumon Timur, dan Kecamatan Trumon. Banjir disebabkan karena meluapnya Sungai Gelombang yang berada di Kecamatab Sultan Daulat Kota Subulussalam, yang salah satunya bermuara ke Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah dan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan," kata Cut, Senin (17/12/2018). 

Pihak BPBD kini telah menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir. "Kita juga telah mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian. Kita juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk penanganan bantuan korban banjir, " ujarnya. 

Kebutuhan paling mendesak, ungkap Cut, adalah logistik untuk kelompok rentan. "Ada kebutuhan yang mendesak kepada kelompok rentan, karena di lokasi banjir terdapat lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi," katanya. 

"Kita juga telah mengevakuasi warga yang berada di pemukiman karena ketinggian air terus meningkat. Kita mempertimbangkan keselamatan warga karena airnya sudah hampir setinggi atap rumah," ungkapnya.

Untuk jalan lintas Tapaktuan-Medan yang berada di Desa Ladang Rimba, hingga kini, tambah Cut, masih belum bisa dilalui kendaraan. 

"Itu jalan lintas nasional, belum bisa dilalui, lumpuh total. Antrian kendaraan mencapai satu kilometer lebih," tandasnya. (ronald) 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas