Penjelasan Menkes NilaTerkait Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS
Menteri Kesehatan Nila Moeloek menerangkan terkait meninggalnya ratusan petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilu 2019, dikatakan Menkes rata rata kematian para petugas tersebut dikarenakan sebelumnya telah mengidap penyakit, jadi bukan bukan hanya karena faktor kelelahan semata.
Reporter: luska
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Kesehatan Nila Moeloek menerangkan terkait meninggalnya ratusan petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilu 2019, dikatakan Menkes rata rata kematian para petugas tersebut dikarenakan sebelumnya telah mengidap penyakit, jadi bukan bukan hanya karena faktor kelelahan semata.
"Dari data 18 orang di Jakarta, diketahui penyebab meninggal dunia di antaranya delapan orang mengidap infark miokard atau sakit jantung mendadak kemudian gagal jantung, liver, stroke, gagal pernafasan, dan infeksi otak meningitis," papar Nila di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).
Nila mengatakan, selama ini banyak orang Indonesia yang tidak sadar akan kesehatan. Dia mencontohkan, berdasarkan data Riskesdas 2018, sebanyak 34 persen orang Indonesia mengidap hipertensi.
Dari jumlah tersebut, 70% tidak mengetahui menderita hipertensi. Sedangkan 30% yang mengetahui juga tidak minum obat secara teratur.
Nila menambahkan, faktor usia juga bisa meningkatkan risiko kematian pada petugas pemilu yang bertugas dengan beban jam kerja tinggi.
"Hipertensi ujungnya bisa stroke, jantung. Misal kita enggak tahu punya hipertensi terus kerja lebih dari 28 jam. Lalu usianya 60 tahun. Jadi risikonya semakin tinggi," kata Nila.
Sementara itu, Kemenkes telah menerbitkan surat edaran untuk meminta laporan data audit medik dinas kesehatan di tiap provinsi terkait petugas pemilu yang meninggal dunia dan sakit selama pelaksanaan pemilu. Sejauh ini, Kemenkes baru menerima data audit medik lengkap dari Dinkes Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta, petugas pemilu yang meninggal dunia mencapai 18 orang, sedangkan yang sakit sebanyak 2.641 orang.
Dari 18 orang yang meninggal diketahui 8 orang meninggal akibat serangan jantung mendadak. Sisanya disebabkan gagal jantung, liver, stroke, gagal pernafasan, dan infeksi otak meningitis.
Petugas yang meninggal paling banyak berusia 50-70 tahun. Dari 18 orang meninggal, diketahui dua orang berusia 70 tahun, lima orang berusia 60-69 tahun, dan delapan orang berusia 50-59 tahun.(Lka)
Banyaknya para petugas KPPS yang meninggal dunia selama bertugas mengawal penyelenggaraan Pemilu 2019 menyedot perhatian publik. Berdasarkan data mutakhir KPU sebanyak 456 petugas KPPS dinyatakan telah meninggal dunia dan 4.310 orang petugas KPPS lainnya sakit. (Lka)