indonews

indonews.id

Kado Indah Buat Sang Dokter Reproduksi

Mantan Bupati Kulon Progo ini akan menggaungkan Genre atau Generasi Reproduksi melalui media social untuk menggarap kaum milenial sebagai targetnya membangun.

Reporter: hendro
Redaktur: very
zoom-in Kado Indah Buat Sang Dokter Reproduksi
Pemred INDONEWS Drs Asri Hadi MA bersama Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Jakarta, INDONEWS.ID - Baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo sudah menyiapkan sejumlah gagasan brilian. 

Mantan Bupati Kulon Progo ini akan menggaungkan Genre atau Generasi Reproduksi melalui media social untuk menggarap kaum milenial sebagai targetnya membangun.


Hasto punya target untuk mengubah pola piker kaum milenial yang jumlahnya berdasarkan data BPS sangat besar yakni 70 juta. Namun untuk menyasar kaum milenial tidak menggunakan cara-cara lama, harus mengikuti perkembangan terkini, yakni penggunaan media social.

Maka saya punya gagasan akan me Rebranding BKKBN dengan wajah baru, dengan ikon yang lebih menggambarkan aktualisasi anak muda. Branding yang sesuai dengan jiwa mereka.

Hasto akan mensosialisasikan Genre ke anak-anak muda dengan cara anak muda menggunakan brand baru yang lebih segar dan anak muda. Brand ini akan disayembarakan dan akan menjadi ikon baru logo BKKBN.

Untuk menyasar anak muda, lanjut Hasto BKKBN juga menciptakan mars lagu BKKBN baru yang  genrenya sesuai selera anak muda.  Pemimpin Redaksi Media Online Indonews.id Asri Hadi mendapat kesempatan mewawancarainya secara khusus. Apalagi hari ini tepat Hasto Wardoyo tengah merayakan Ulang Tahun yang ke 55 Tahun. Pria kelahiran Yogyakarta 30 Juli 1964 ini dikenal sebagai dokter dan pengusaha bidang jasa kesehatan.

Siang itu Hasto tidak sadar jika dia tengah merayakan Ulang Tahun. Ia langsung menerima ucapan selamat dari para pegawai BKKBN

Diberi amanah Presiden Joko Widodo sebagai nahkoda Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto dibebani target besar. Yakni menurunkan angka pertambahan penduduk 2,1 persen. Sementara sekarang angkanya masih 2,3 persen. 

Hasto Wardoyo terkenal karena berbagai inovasinya dalam memimpin Kulonprogo. Pada tahun 2012, untuk mengangkat perekonomian Kabupaten Kulonprogo, Hasto Wardoyo meluncurkan program "Bela & Beli Kulonprogo".

Gerakan dimulai dengan mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelajar dan PNS di sana mengenakan seragam batik gebleg renteng, batik khas Kulonprogo, pada hari tertentu. Ternyata, dengan jumlah 80.000 pelajar dan 8.000 PNS, kebijakan ini mampu mendongkrak industri batik lokal. Sentra kerajinan batik tumbuh pesat, dari cuma 2 menjadi 50-an pengrajin batik.

Selain itu Hasto mewajibkan setiap PNS membeli beras produksi petani Kulonprogo, 10 kilogram per bulan. Bahkan beras raskin yang dikelola Bulog setempat, kini menggunakan beras produksi petani Kulonprogo. Hasto juga membuat PDAM mengembangkan usaha, dengan memprodusi air kemasan merk AirKu (Air Kulonprogo). AirKu kini menguasai seperempat ceruk pasar air kemasan di Kulonprogo. Berbagai kebijakan lewat program Bela dan Beli, ternyata mampu menurunkan angka kemisikinan di Kulonprogo, dari 22,54 persen pada 2013 menjadi 16,74 persen pada 2014.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas