Nasional

Wisuda Politeknik STIA LAN Jakarta, Peran Strategis Pendidikan Tinggi Vokasi Dalam Membentuk Masa Depan Bangsa

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 30/11/2025 10:35 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Politeknik STIA LAN Jakarta hari ini Sabtu, (29/11) menggelar Upacara Wisuda ke-63 berlangsung khidmat bertempat di Graha Makarti  Bhakti Nagari Lembaga Administrasi Negara Jakarta. Tema wisuda ke-63 adalah ”Peran Strategis Pendidikan Tinggi Vokasi Dalam Mewujudkan Pemerintahan Berkelas Dunia di Era Revolusi Digital”.

Tema ini mencerminkan empat pilar utama: Pendidikan vokasi sebagai key player transformasi pemerintahan; Pembangunan Aparatur berkemampuan terapan yang siap pakai; Pencapaian World Class Government berbasis Good Governance dan adaptasi terhadap teknologi revolusioner menuju Smart Governance.

Acara wisuda ke 63 ini dihadiri Kepala LAN, Direktur Politeknik LAN Jakarta, Bandung dan Makassar dan jajarannya, Pimpinan Tinggi Madya/Pratama LAN, Ketua Alumni Politeknik STIA LAN Jakarta - Dr.Tr. Agun Gunanjar Sudarsa, para Dosen, Orang Tua, Wisudawan serta tamu undangan lainnya.

Sebanyak 300 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dikukuhkan sebagai lulusan yang terdiri dari 224 orang lulusan Sarjana Terapan; 74 orang lulusan Magister Terapan; dan 2 orang lulusan Doktor Terapan. Keberhasilan ini menambah jumlah total alumni Politeknik STIA LAN Jakarta sampai dengan tanggal 29 November 2025 menjadi berjumlah 24.319 orang, sebuah komunitas profesional yang tersebar di seluruh penjuru instansi pemerintah.

Dalam orasi ilmiahnya, Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Muhammad Taufik, DEA. menegaskan kembali peran strategis pendidikan tinggi vokasi dalam membentuk masa depan bangsa. Politeknik STIA LAN, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan vokasi yang menyiapkan aparatur publik dan SDM sektor publik, memegang peran strategis dalam meningkatkan kapabilitas administratif dan manajerial pemerintahan daerah dan pusat.

Namun, revolusi digital yang ditandai oleh adopsi kecerdasan buatan, data analytics, otomasi, layanan digital publik, dan pemerintahan elektronik mengubah kompetensi yang diperlukan oleh pegawai publik dengan cepat. Jika tidak ada transformasi sistematis, ada risiko ketidakrelevanan lulusan vokasi terhadap kebutuhan tugas pemerintah yang semakin digital dan data-driven.

Pernyataan ini tidak sekadar retorika, kondisi keterampilan tenaga kerja Indonesia menunjukkan bahwa sektor kita menghadapi gap keterampilan digital yang signifikan. Studi menunjukkan ketersediaan keterampilan digital tingkat dasar dan menengah di Indonesia sekitar 50%, sementara keterampilan tingkat lanjut (expert) kurang dari 1%, menunjukkan tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pekerjaan digital tingkat tinggi.

“Dalam konteks inilah, pendidikan vokasi memiliki peran yang sangat vital untuk membantu terwujudnya pemerintahan berkelas dunia—pemerintahan yang responsif, adaptif, digital, dan berorientasi pada pelayanan publik yang unggul,” ujar Dr. Taufik.

Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintahan modern dituntut untuk bergerak cepat, akurat, dan berbasis data. Tantangan yang dihadapi negara saat ini semakin kompleks, antara lain: Relevansi Kurikulum terhadap Kebutuhan Pemerintahan Digital; Infrastruktur Pembelajaran Digital & Teaching Factory yang Terbatas; Kapasitas Dosen dan Instruktur di Bidang Digital; Keterbatasan Jaringan Industri & Sektor Publik untuk Kolaborasi Praktik dan Keterbatasan Mekanisme Pengakuan Kompetensi dan Micro-credential

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi transformasi terintegrasi yang pragmatis dan dapat diukur: disebut “STRATEGI 5-T”

1)   T — Pertama, Transformasi Kurikulum: Curriculum for Digital Governance

  • Revitalisasi kurikulum menjadi modul modular: Data Governance for Public Service, E-Government Implementation, Public Service Design with UX, Cybersecurity Basics for Public Sector.
  • Adopsi skema micro-credentials dan stackable degrees yang diakui oleh ASN dan birokrasi.
  • Integrasikan MBKM: alokasi 30–60 SKS untuk praktik industri/ pemerintah (magang, proyek PjBL) untuk program Sarjana Terapan.

2)   T — Kedua, Teaching Factory & Digital Lab: Infrastruktur Pembelajaran

    Praktis

  • Bangun “Public Service Lab” (sandbox) yang mereplikasi sistem administrasi elektronik (e-procurement, SIMDA, OSS minor) untuk praktik mahasiswa.
  • Sediakan akses cloud, dataset anonymized pemerintahan, dan tools analitik (Power BI, Python/ R).
  • Kembangkan laboratorium virtual untuk pelatihan skenario (simulasi krisis pelayanan, simulasi integrasi data antar-dinasti). (Panduan pengadaan & praktik internasional vokasi).

3)    T — Ketiga, Teacher Up-skilling & Industrial Immersion

  • Program industrial sabbatical untuk dosen: 3–6 bulan kerja di unit e-government, BPS, KemenPANRB, atau penyedia solusi digital.
  • Co-teaching dengan praktisi (pelaksana layanan publik digital) dan sertifikasi kompetensi bagi dosen (data analytics, cloud fundamentals). (Rekomendasi Kemdikbudristek & best practice vokasi).

4)   T — Keempat, Triple Helix Partnership & PjBL

  • Formalisasi kemitraan tingkat program: unit pemerintah (kota/provinsi), penyedia teknologi nasional, dan donor/filantropi untuk pendanaan teaching factory.
  • Setiap angkatan wajib menyelesaikan minimal satu project PjBL yang nyata: digitalisasi layanan desa, dashboard kinerja pelayanan publik, atau integrasi data kependudukan lokal. (Perpres Revitalisasi Vokasi mendorong skema kolaborasi seperti ini).

5)   T — Kelima, Traceable Competency Recognition & Linkage to Career Path

  • Kembangkan sistem sertifikasi internal yang terintegrasi dengan registry kompetensi nasional sehingga lulusan ter-map ke kebutuhan jabatan fungsional ASN atau peluang kerja di BUMN/instansi.

Kolaborasi dengan BKN, KemenPANRB untuk pengakuan micro-credential sebagai nilai tambah dalam seleksi jabatan fungsional. (Regulasi sertifikat kompetensi & penjaminan mutu relevan).

Politeknik STIA LAN berdiri pada posisi strategis: bukan hanya mencetak aparatur publik, tetapi juga menjadi penggerak transformasi birokrasi yang modern, digital, dan responsif. Revolusi digital bukanlah ancaman jika kita menjadikannya pendorong reformasi pedagogi dan tata kelola vokasi. Dengan implementasi kurikulum adaptif, teaching factory yang relevan, penguatan dosen melalui immersion, kolaborasi triple helix nyata, dan mekanisme pengakuan kompetensi yang kuat, Politeknik STIA LAN dapat menjadi model vokasi pemerintahan yang bukan hanya relevan — tetapi unggul.

“Mari kita bergerak bersama: institusi, pemerintah, industri, dan sivitas akademika—untuk mentransformasikan pendidikan vokasi kita sehingga lulusan STIA LAN menjadi arsitek utama layanan publik digital yang berkualitas,” ujar Dr. Taufik.

Sementara itu dalam laporan sambutannya, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA. menyampaikan bahwa Politeknik STIA LAN Jakarta terus berkomitmen teguh untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap dinamika lingkungan kerja.

“Hal ini sejalan dan merupakan perwujudan dari visi kami untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang profesional dan berkarakter, khususnya di sektor public,” ujar Prof. Nurliah.

Prof. Nurliah menyampaikan dengan bangga dari 5 Program studi, 3 sudah meraih akreditasi “Unggul”. Pada tahun 2024 Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur (MSDMA) dan Program Studi  Sarjana Administrasi Pembangunan Negara (APN) telah meraih akreditasi “Unggul”. Program Magister Terapan meraih akreditasi “Unggul” pada 18 November 2025.

“Sebagai bentuk realisasi tridarma, Selain melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian Masyarakat yang bersifat wajib, dosen Politeknik STIA LAN Jakarta juga aktif membangun jejaring Universitas baik didalam maupun luar negeri,” ujar Prof. Nurliah.

Pada tahun ini Politeknik STIA LAN Jakarta terpilih sebagai perguruan tinggi untuk melakukan Penelitian Pendalaman Survei Penilaian Integritas terhadap 114 instansi Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selain itu penelitian tiga negara dengan pendanaan dari University of Sussex, Penelitian lintas negara dengan University of Loyola, Chicago.

Selain itu, untuk memperkuat khasanah keilmuan, telah didirikan juga Pusat Studi Gender, Kepemimpinan Dan Birokrasi (PSGKB), Pusat Studi Anti Korupsi Dan Governancy/Center of Anti-Corruption and Governance Studies (CACG), selain itu kami juga akan membentuk Pusat Studi Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan.

Sebagai bagian dari keluarga besar Politeknik STIA LAN Jakarta, komunikasi dan jejaring profesional antar alumni adalah aset yang sangat berharga. Melalui Ikatan Alumni Mahasiswa Politeknik STIA LAN (IKLUM STIA LAN yang diketuai oleh Bp Dr.Tr.Agun Gunanjar Sudarsa), kami berharap Saudara sekalian tidak hanya terus menjalin silaturahmi, tetapi juga secara aktif berkontribusi dalam perbaikan akademik almamater.

Pada akhir acara wisuda ke-63 ini diserahkan penghargaan kepada wisudawan berprestasi dan penyerahan Wisudawan Kepada Pengurus IKLUM Politeknik STIA LAN Jakarta serta penyerahan penghargaan oleh Kepala LAN kepada Tamu Kehormatan: Dr. Asropi, M.Si (Mantan Ketua Senat dan Kaprodi Magister Terapan APN).

Politeknik STIA LAN Jakarta terus berkomitmen teguh untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap dinamika lingkungan kerja.

 

Artikel Lainnya