Mengejar SDG Dengan Energi Ramah Lingkungan dan Terbarukan
Beberapa tahun belakangan ini masyarakat global mulai memberikan perhatian kepada lingkungan. Hal tersebut terjadi karena bumi yang menjadi tempat tinggal umat manusia dan makhluk hidup lainnya semakin membutuhkan perhatian.
Reporter: Tirto.p
Redaktur: indonews
Jakarta, indonews.id - Beberapa tahun belakangan ini masyarakat global mulai memberikan perhatian kepada lingkungan. Hal tersebut terjadi karena bumi yang menjadi tempat tinggal umat manusia dan makhluk hidup lainnya semakin membutuhkan perhatian.
Perhatian segera kepada lingkungan dibutuhkan mengingat kemajuan industri yang berdampak pada lingkungan. Sebagaimana dipahami bahwa umumnya sektor industri bukan hanya menghasilkan produk, jasa dan sejenisnya yang memudahkan hidup umat manusia namun juga memberikan dampak buruk bagi lingkungan seperti sampah, polusi dan sebagainya.
Perkembangan industri yang selama ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi akan menghadapi masalah serius ketika kondisi lingkungan bumi yang ditempati makhluk hidup tinggal rusak. Contoh paling sederhana yakni ketika industri membuahkan kendaraan bermotor yang membantu mobilisasi manusia dan industri pembangkit listrik konvensional saat ini.
Kedua contoh tersebut jika dilihat dari sisi pandangan lingkungan memiliki dampak polusi udara. Kendaraan bermotor menghasilkan dampak pembakaran berupa polusi udara yang berdampak terganggunya kesehatan fisik maupun psikologis manusia. Pembangkit listrik yang tidak sedikit di antaranya menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil pun demikian.
Oleh karenanya, dibutuhkan tindakan terhadap lingkungan tempat makhluk hidup tinggal. Kini, masyarakat global mengejar pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan lingkungan. Bahan bakar seperti minyak, batu bara, dan gas memang membantu manusia namun terdapat isu keterbatasan dan dampak lingkungan.
Selain dampak kesehatan, efek gas rumah kaca yang membuat suhu permukaan bumi meningkat juga berimbas pada mencairnya es di kutub. Kondisi tersebut tentu memberikan dampak selanjutnya bagi makhluk hidup yakni naiknya permukaan air laut yang siap menenggelamkan permukaan daratan bumi.
Mengutip publikasi Blue Orchard pada tahun 2018 dalam tulisan “Blended Finance”, terkait pembangunan berkelanjutan. Pada 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat menentukan visi global Tahun 2030. Visi global tersebut yakni mengakhiri kemiskinan, memenuhi kebutuhan dasar manusia dan melindungi planet & lingkungan. Visi tersebut dijabarkan pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan/ sustainable development goals (SDG).
Hal yang perlu dicermati terkait konsensus global tersebut yakni pada perhatian pada lingkungan hidup. Pada visi disebutkan bahwa bumi sebagai planet berserta lingkungannya menjadi target untuk dilindungi. Pada penjabaran 17 SDG, dijelaskan pada poin ke-7 yakni Energi terjangkau dan bersih.
Energi yang menjadi kebutuhan dasar manusia modern kala ini sulit terlepas dari dampak lingkungan yakni polusi. Salah satu energi yang perlu dikembangkan dan diterapkan masyarakat global terutama negara tropis yakni sinar matahari. Pada negara tropis yang mendapatkan sinar matahari hampir setiap hari semestinya mampu mendapatkan manfaat energinya di luar untuk mengeringkan dari basah.
Solar Panel menjadi solusi kebutuhan konversi energi sinar matahari menjadi listrik. Panas dan teriknya sinar matahari dapat digunakan untuk sumber energi yang tidak terbatas. Sinar matahari yang dikonversi menjadi listrik tidak menyebabkan dampak polusi lingkungan sebagaimana bahan bakar yang terbatas lainnya.
Keberadaan Solar panel bukanlah ilusi semata bagi Indonesia. Produsen solar panel sudah ada di Indonesia, salah satunya adalah JSky Energy. Perusahaan yang beralamat di Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini bahkan telah berdiri sejak 2008.
Walaupun demikian, selama ini perusahaan tersebut lebih banyak ekspor produknya dan kesulitan menjual produk tersebut di Indonesia. Belum adanya penjualan ritel untuk domestik menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terkait SDG, bumi dan lingkungan hidup belum mendesak untuk dilakukan. Padahal dengan adanya Solar panel, pengguna akan menghemat banyak biaya yang dikeluarkan untuk membayar tagihan listrik.