indonews

indonews.id

Memanas, Mahasiswa Melempari Botol Kemasan Mineral Ke Gedung DPR

Aksi demonstrasi berbagai elemen mahasiswa di Gedung DPR sempat memanas. Pedemo mulai melakukan pelemparan botol minuman kemasan dan juga terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang berjaga di sekitar depan gedung DPR.

Reporter: Ronald
Redaktur: budisanten
zoom-in Memanas, Mahasiswa Melempari Botol Kemasan Mineral Ke Gedung DPR
Sejumlah mahasiswa demonstran ini menuntut masuk ke dalam Gedung DPR untuk menemui langsung pimpinan DPR. (Foto : Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Aksi demonstrasi berbagai elemen mahasiswa di Gedung DPR sempat memanas. Pedemo mulai melakukan pelemparan botol minuman kemasan dan juga terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang berjaga di sekitar depan gedung DPR.

Sejumlah mahasiswa demonstran ini menuntut masuk ke dalam Gedung DPR untuk menemui langsung pimpinan DPR. Berdasarkan pantauan dilokasi lapangan, massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tersebut telah menguasai ruas jalan di depan Gedung DPR.

Orasi tanpa henti terus disuarakan oleh mahasiswa. Berbeda dengan hari sebelumnya, mahasiswa ini menuntu kepada pemimpin DPR untuk datang dan berbicara langsung menemui mereka.

Sementara itu, terkait masalah tuntutan, sama seperti sehari sebelumnya, tuntutan dari mahasiswa ini masih sama. Mereka menuntut penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Selain itu massa juga menolak sejumlah RUU lain seperti RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, dan UU KPK yang baru disahkan DPR dan pemerintah. RUU tersebut dianggap mengancam demokrasi di Indonesia.

Situasi sempat memanas saat massa melakukan pelemparan botol minuman ke arah Gedung DPR. Aksi saling dorong juga sempat terjadi. Namun aparat dapat menangani situasi kembali kondusif.

Saat ini massa masih berorasi menyuarakan tuntutan mereka. Aparat keamanan berjejer di depan pagar Gedung DPR. Aparat dilengkapi pelindung kepala, tameng, dan tongkat.

Massa sebelumnya menggulung dan menerobos kawat berduri. Kawat berduri itu dibentangkan oleh pihak kepolisian untuk membatasi pagar DPR dengan pendemo. Posisi mahasiswa pun berhadapan langsung dengan pagar gedung DPR/MPR RI.

Mahasiswa mulai datang ke Jalan Gatot Subroto sejak pukul 12.00 WIB. Setidaknya terdapat dua mobil komando di antara lautan mahasiswa. Para mahasiswa itu berasal dari UKI, Trisakti, Paramadina, UT, Sultan Ageng Tirtayasa, universitas trilogi, Indonesia Banking School, UNJ, UPI. 

Para mahasiswa ini membentangkan spanduk bertuliskan "Gadjah Mada Menggugat! Tuntaskan Reformasi", dan juga "TK ini Dalam Renovasi".

Diketahui, Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid pernah menyamakan DPR dengan Taman Kanak-kanak (TK) karena kelakuannya.

Para mahasiswa kemudian memanjat pagar dan menggedor-gedor gerbang DPR RI. Gerakan itu diiringi dengan nyanyian yang mendesak DPR membuka pintu.

"Buka, buka, buka pintunya! Buka pintunya sekarang juga," demikian massa aksi menyanyikannya dengan kompak.

Mahasiswa pun mendesak pihak kepolisian memanggil pimpinan DPR untuk menemui massa yang hadir di depan gedung. Mereka mengancam akan memaksa masuk apabila dalam 30 menit pihak kepolisian tidak menyelesaikan tuntutan tersebut.

"Kita hitung sama-sama, sekarang pukul 12.43 WIB. Kalau 30 menit tidak ada, kami akan masuk!" kata Orator dari atas mobil komando. (rnl)

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas