indonews

indonews.id

Tangisan Jimmy dan Hilangnya Sense of Humanity Para Wakil Rakyat Kita

Jimmy Demanius Ijie, fraksi PDIP asal Papua Barat berulang kali menyampaikan interupsinya. Akhirnya pimpinan sidang, Abdul Wahab Dalimonthe mempersilahkan Jimmy menyampaikan aspirasinya.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Tangisan Jimmy dan Hilangnya Sense of Humanity Para Wakil Rakyat Kita
Jimmy menangis saat menyampaikan aspirasinya (Sumber foto: Gesuri.id)

Jakarta, INDONEWS.ID - Kerusuhan yang tengah terjadi di Papua mengakibatkan banyaknya korban meninggal dunia adalah luka yang sulit disembuhkan.  Sementara di sisi lain, di Gedung MPR, para anggota dewan tengah gaduh dan ribut memperebutkan kekuasaan demi pemuasan nafsu pribadi dan golongan. Alhasil, sidang paripurna penentuan Ketua MPR RI periode 2019-2024 pada Rabu 2 Oktober 2019 berjalan alot.

Melihat luka Papua, luka kemanusiaan yang sengaja diiris-iris para elit negeri dengan cara mengadu domba rakyat kecil demi pemenuhan nafsu dan ambisi pribadi serta golongan membutuhkan perhatian lebih tidak hanya sekedar wacana. Luka yang tengah dirasakan dan dialami oileh anak negeri di ujung bagian Timur Indonesia mendesak seluruh komponen bangsa terutama MPR untuk segera mengambil tindakan nyata. 

Namun, yang diperlihatkan dan dipertontonkan para anggota dewan kita justru berbanding terbalik dengan harapan anak-anak Papua. Lantaran, para anggota dewan, di Gedung MPR RI, justru tengah gaduh memperebutkan kursi pimpinan.

Kondisi miris dan berbanding terbalik inilah yang menyebabkan anggota DPR asal Papua Barat tak bisa menahan gejolak dan tuntutan hati nuraninya. Ia beberapa kali menginterupsi sidang supaya tuntutan hatinya tersampaikan dan terdengar. Ia berharap bisa mengetuk hati para anggota dewan yang nyatanya sudah kehilangan sense of crisis, sense of humanity.  Ia menyampaikan aspirasinya sambil menangis.

Jimmy Demanius Ijie, fraksi PDIP asal Papua Barat berulang kali menyampaikan interupsinya. Akhirnya pimpinan sidang, Abdul Wahab Dalimonthe mempersilahkan Jimmy menyampaikan aspirasinya.

Jimmy prihatin dengan situasi dan kondisi yang tengah menimpa Papua akhir-akir ini. Ia menyanyangkan para anggota dewanyang justru memperdebatkan hal yang tidak penting. Menurutnya, ada permasalahan yang paling penting dan darurat yakni soal Papua, soal masalah kemanusian di Papua yang hingga kini belum menemui titik terang. 

Dalam penyampaian aspirasinya, Jimmy meminta lembaga MPR tidak sekedar berebut kekuasaan mengingat warga Papua membutuhkan kehadiran lembaga MPR untuk hadir di sana memberikan solusi atas masalah kemanusian yang terjadi. 

"Terima kasih pimpinan, saya melihat kita ini sedang memperlihatkan sandiwara yang tidak lucu hanya memperebutkan kursi kekuasaan di lembaga ini," demikian Jimmy memulai penyampaian aspirasinya, terlihat beberapa potret anggota dewan yang justru tertawa geli dengan diksi `lucu` seorang Jimmy. 

Jimmy mengatakan, para anggota dewan terhormat yang dipilih dengan suara hati yang jernih telah kehilangan sense of crisis soal persoalan kemanusian yang tengah terjadi di Papua.

"Kita telah kehilangan sense of crisis soal persoalan kemanusian di tanah Papua," ungkap Jimmy hingga tak bisa lagi menahan kesedihannya. Terlihat dua anggota dewan yang duduk disampingnya berupaya menenangkannya.

Jimmy mengatakan kita menjadikan lembaga ini untuk memecahkan persoalan bangsa. Namun para anggota dewan justru berebut kekuasaan semata. Sementara orang Papua membutuhkan kehadiran lembaga ini untuk menyelesaikan persoalan mereka.

"Kami orang Papua tidak pernah bermusuhan dengan saudara-saudara kami. Ulah kalian di Jakarta yang menyebabkan semua ini terjadi," pada titik ini kalimatnya disambut tepuk tangah meriah dari para anggota dewan.

Jimmy menambahkan karena kerakusan kekuasaan para elit bangsa, orang di daerah dijadikan korban adu-domba hingga menelan korban begitu banyak.

"Oleh karena itu, percepat saja penetapan pimpinan MPR biar kita lihat MPR mau bikin apa,untuk selesaikan masalah di daerah," kata Jimmy.

Dalam keterangannya kepada awak media saat ditemui usai sidang, Jimmy mengatakan Papua membutuhkan dukungan dan bantuan berupa pesawat untuk membawa para pengungsi.

"Orang hanya ribut tentang kekuasaan. Ingin ganti dasar negara. Ingin merubah negera ini sebagainya. Tidak berpikir bahwa kami hidup selama ini sama-sama. sudah baik. Kenapa dibikin rusak. Jangan korbankan kami di daerah untuk kepentingan kekuasaan," terang Jimmy. *(Rikardo)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas