Atlet Indonesia Kembali Pecahkan Rekor Dunia
Ketua Umum Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi atas prestasi atlet, pelatih dan pengurus besar cabang olahraga angkat besi Indonesia. Indonesia melalui para atlet mudanya banyak mendapatkan kehormatan berkat prestasi pada Kejuaraan Asia Youth & Junior pada 22/10/29. Tim angkat besi junior Indonesia memperoleh total 11 medali dalam kejuaraan di Pyongyang, Korea Utara.
Reporter: Tirto.p
Redaktur: indonews
Jakarta, indonews.id – Ketua Umum Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi atas prestasi atlet, pelatih dan pengurus besar cabang olahraga angkat besi Indonesia. Indonesia melalui para atlet mudanya banyak mendapatkan kehormatan berkat prestasi pada Kejuaraan Asia Youth & Junior pada 22/10/29. Tim angkat besi junior Indonesia memperoleh total 11 medali dalam kejuaraan di Pyongyang, Korea Utara.
Nama Indonesia kembali harum pada bidang olahraga berkat empat orang atlet angkat besi junior. Keempat atlet junior yang telah mengharumkan nama Indonesia yakni M.Fathir, Windy Cantika Aisah, Rizky Juniansyah dan M.Yasin. Fathir mendapatkan 3 emas di kelas 61 kg dengan total angkatan 272 kg. Tak hanya menyabet emas, Fathir juga pecahkan dua rekor dunia pada clean & jerk (149 kg – 153 kg) dan total angkat 269 kg – 272 kg. Tiga rekor Asia yang juga dipecahkan Fathir adalah dua rekor dunia ditambah total angkatan Snatch (118 kg – 119 kg).
Cantika sebagai lifter perempuan juga menyumbangkan prestasi sebuah emas dan dua perak di kelas 49 kg. Tak hanya Fathir, Cantika juga pecahkan tiga rekor dunia dan Asia. Rekor yang dipecahkan yakni total angkatan snatch (82 kg – 84 kg), clean & jerk (100 kg – 102 kg) dan total angkatan (182 kg – 186 kg). Lifter lainnya yakni Rizky meraih 3 perak pada kelas 67 kg dan Yasin memperoleh 1 perak dan 1 perunggu pada kelas yang sama dengan Rizky.
Ketua Umum KONI Pusat sampaikan kebanggaan atas prestasi yang diperoleh 4 lifter junior Indonesia. Marciano sampaikan apresiasi atas kerja keras mempersiapkan kejuaraan di Pyongyang kepada atlet, pelatih, Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), dan tak lupa Duta Besar Indonesia untuk Korea yang hampir setiap hari mendampingi para atlet bertanding. Capaian dalam kejuaraan di Pyongyang menjadi modal yang baik untuk SEA Games di Manila, Filipina pada akhir November 2019.
Marciano optimis para atlet akan kembali sukses pada SEA Games Manila karena pembuktiannya sudah terjadi. Prestasi yang dicapai atlet junior disertai pecahnya rekor dunia diharapkan memberikan motivasi kepada atlet Indonesia lainnya agar terus berlatih keras untuk membanggakan bangsa dan negara. Tiga hari sebelum atlet junior angkat besi meraih prestasi dan pecahkan rekor dunia, Aries Susanti telah pecahkan rekor dunia panjat tebing dengan waktu 6,995 detik. Olah karenanya, efek domino prestasi atlet Indonesia sangat diharapkan. “Terus berlatih keras dalam meraih Prestasi Dunia untuk Rakyat Indonesia. Maju terus Patriot Olahraga, Indonesia Bangga atas Prestasimu, Salam Olahraga.”, pesan Marciano Norman kepada seluruh atlet Indonesia.