indonews

indonews.id

Sosok Daan Mogot dan Pengorbanan Sang Kekasih

Sosok Daan Mogot dan Pengorbanan Sang Kekasih

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Sosok Daan Mogot dan Pengorbanan Sang Kekasih
Pahlawan Nasional Daan Mogot (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Daan Mogot, begitu pertama kali terdengar, pikiran kita pasti akan langsung tertuju pada sebuah jalan panjang yang membentang dari Tangerang Kota hingga Grogol Jakarta Barat.

Usut punya usut, nama jalan utama yang menghubungkan warga Tangerang dan Jakarta ini diberikan sebagai penghormatan kepada salah satu putra terbaik ibu pertiwi bernama Daan Mogot.

Daan Mogot sendiri memiliki nama baptis Elias Daniel Mogot, lahir di Manado, 28 Desember 1928. Ia adalah anak ke lima dari tujuh bersaudara. Daan Mogot adalah seorang perwira perwira remaja dengan wajah yang rupawan.

Di usia 14 tahun, Daan Mogot sudah bergabung dengan tentara PETA (Pembela Tanah Air) bentukan Jepang. Daan Mogot pula orang yang menginisiasi perlunya di dirikan sekolah militer.

Bersama Kemal Idris temannya saat masih di Tabanan, Bali ia mendirikan Akademi Militer Tangerang pada tanggal 18 November 1945.

Daan Mogot pula orang yang pertama kali menjadi Direktur Akademi Militer Tangerang pada saat usianya belum genap 17 tahun dengan pangkat Mayor.

Daan Mogot gugur saat Peristiwa Lengkong, Tangerang bersama 70 Taruna Militer Akademi Tangerang lainya. Daan Mogot bertugas melucuti senjata pasukan Jepang yang dipimpin oleh Kapten Abe.

Di saat penyerahan Tentara Jepang berlangsung damai, tiba-tiba meletus tembakan yang membuat kedua belah pihak saling kontak senjata.

Pengorbanan Sang Kekasih

Dalam pertempuran tersebut, Mayor Daan Mogot terkena peluru pada paha kanan dan dada. Daan Mogot yang sudah tertembak musuh, masih sempat memberikan perlawanan meski pada akhirnya tubuhnya di hujani peluru serdadu Jepang.

Daan Mogot tutup usia pada tanggal 25 Januari 1946. Hanya sempat sebulan ia merasakan hidup di usia 17 tahun. Daan Mogot memang mati di usia yang sangat belia.
Kematian Daan Mogot juga tentunya membawa kepedihan tersendiri bagi kekasihnya. Sebab, bagi anak muda lainya, usia 17 tahun akan diperingati sebagai masa yang indah bersama sang kekasih.

Namun bagi perempuan cantik bernama Hadjari Singgih, yang memiliki umur yang sama dengan kekasihnya Mayor Daan Mogot, adalah sebuah pengorbanan yang sangat berarti bagi negeri ini.

Ia pun memberikan kadonya yang terindah kepada sang pahlawan yakni dengan memotong rambutnya yang panjang mencapai pinggang dan mengubur rambut itu bersama jenazah Daan Mogot.

Untuk menghormati jasa-jasa Daan Mogot, namanya di abadikan pada sebuah nama sebauh jalan raya yang menghubungkan Tangerang dan Grogol, Jakarta Barat.*(Rikardo)

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas