indonews

indonews.id

Kasandra Putranto: Untuk Mengerti dan Paham Masalah Terorisme, Harus Menilik Kembali Gerakan Geopolitik

Reporter: hendro
Redaktur: very
zoom-in Kasandra Putranto: Untuk Mengerti dan Paham Masalah Terorisme, Harus Menilik Kembali Gerakan Geopolitik
Psikolog Kasandra Putranto

Jakarta, INDONEWS.ID - Sosok Dra. A. Kasandra Putranto, psikolog klinik dan forensik merupakan lulusan Fakultas Psikologi UI, tahun 1992. Dirinya memiliki lisensi praktek psikolog klinis dan forensik di Indonesia. Dengan 28 tahun pengalaman kerja dalam bidang psikologi klinis, terutama yang berhubungan dengan terapi perilaku kognitif dan perilaku aktivasi: kecemasan, suasana hati (mood), ketergantungan, gangguan makan, juga masalah-masalah yang berkait keluarga dan pernikahan. Selain itu, beliau juga  berkecimpung selama 18 tahun sebagai ahli forensik pengadilan, penanganan kasus-kasus pembunuhan, kekerasan seksual, korupsi, perceraian dan terorisme.

Untuk mengerti dan paham masalah terorisme, kata Kasandra,  harus menilik kembali Gerakan geopolitik, yang dimulai dari beberapa abad lalu, dimulai dari Afghanistan, Libya, Saudi Arabia, Irak, Suriah dan negara-negara Asia Tenggara. Selaras dengan tiga teori dasar terorisme (paham radikal, ekstrimis, dan intoleransi), gerakan atau aksi terorisme di Indonesia juga merupakan hasil dari kolaborasi dengan gerakan anti terorisme dunia, yang mencapai puncak kejayaan pada era reformasi.

"Dimulai dari Darul Islam pada tahun 1949, kemudian lahirnya kelompok-kelompok radikal, seperti Jamaah Islamiyah, Mujahidin Indonesia Barat dan Muhajidin Indonesia Timur, Jamaah Anshorut Tauhid, dan Jamaah Anshorut Daulah yang terbukti bertanggungjawab atas beberapa pengeboman di Indonesia mulai dari pengeboman di Bali, Jakarta dan Surabaya," ujarnya.

Begitu banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana orang-orang mampu terpengaruh radikalisme, tetapi bukti dari asesmen dan observasi pada hampir 332 para tersangka terorisme selama tahun 2002-2020, menunjukkan fakta yang mengejutkan yang perlu diperhatikan sebelum menentukan langkah-langkah usaha preventif gerakan radikalisme (deradikalisasi) atau gerakan melawan radikalisme (contra-radikalisasi). 
 

 

 


 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas