indonews

indonews.id

Sebanyak 55 Relawan Medis Bergabung, Semangat Kerelawanan Masih Sangat Tinggi

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Sebanyak 55 Relawan Medis Bergabung, Semangat Kerelawanan Masih Sangat Tinggi
Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerima sebanyak 55 relawan (perawat) yang hendak bergabung menjadi relawan medis untuk penanganan Virus Corona (Covid-19). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerima sebanyak 55 relawan (perawat) yang hendak bergabung menjadi relawan medis untuk penanganan Virus Corona (Covid-19). Mereka diterima langsung oleh Ketua Bidang Pelatihan Relawan, Prasetyo Nurhardjanto di The Media Hotel, Jakarta, Selasa (5/5).

Prasetyo mengatakan, para relawan tersebut selanjutnya akan transit dan mengikuti medical check up dan akan ditempatkan di Rumah Sakit Wisma Atlet, Jakarta.

“Mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia antara lain dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Salah satu relawan Baiturrahman (24 tahun) mengatakan bahwa alasan dirinya mendaftarkan diri menjadi relawan adalah sebagai bentuk pengabdiannya sebagai perawat untuk membantu pemerintah maupun rekan sejawatnya yang sudah menjadi relawan.

“Saya ingin membantu Indonesia untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini dan juga untuk menambah pengalaman dan wawasan,” ujar relawan asal Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat itu.

Dia mengatakan menjadi relawan itu prosesnya relatif mudah. Pertama, dia mendaftar di link yang di-share oleh Gugus Tugas melalui Kementerian Kesehatan dan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI). Setelah dia melengkapi administrasi lalu dipanggil menuju Jakarta.

“Selanjutnya kami akan melakukan medical check up, dan mengikuti pelatihan,” ujar Baiturrahman yang mengaku belum bekerja karena baru menyelesaikan Ners pada Oktober 2019 itu.

Dia berharap semoga dengan menjadi relawan dirinya bisa menambah ilmu dan bisa membantu teman-teman perawat lainnya yang bertugas.

(Baiturrahman, 24 tahun, relawan medis asal Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Foto: Ist)

Diakui Baiturrahman bahwa semangat kerelawanan dalam diri kaum muda saat ini masih sangat tinggi. Hal itu terbukti dari masih banyak teman-teman yang ingin menjadi relawan.

Dia mengaku bahwa keluarganya sangat mendukung dalam kegiatan kemanusiaan ini. Setelah mengikuti pelatihan, dirinya bersama teman-teman lain akan ditugaskan di Rumah Sakit Wisma Atlet, Jakarta.

“Semoga dengan menjadi relawan ini saya dapat membantu pemerintah agar dapat mengatasi pandemik covid-19 ini,” ujarnya.

Relawan lainnya Yossy Claudia Evan (24 tahun) mengatakan, dirinya bergabung dalam relawan medis hanya ingin mencari pengalaman baru. Selain itu, dia juga ingin menambah wawasan dan membantu rekan sejawat.

“Saat ini karena sedang ditutup penerbangan menuju daerah, jadi kami yang dari daerah sedikit susah untuk kembali,” ujarnya.

Yossy yang mengaku belum bekerja karena baru saja lulus kuliah ini mengatakan, keluarganya juga sangat mendukung dirinya untuk mengabdi sebagai relawan. “Semoga menjadi relawan medis dapat membantu beban pemerintah untuk sama-sama menanggulangi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sama seperti temannya yang lain, Yossy mengatakan bahwa semangat kerelawanan di Indonesia masih terbilang cukup tinggi.

“Sangat tinggi, karena teman saya di daerah masih ingin bergabung menjadi relawan namun mereka belum beruntung,” ujar relawan yang juga akan ditempatkan di Rumah Sakit Wisma Atlet, Jakarta itu. (Very)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas