Jakarta, INDONEWS.ID - Ditipu ratusan miliar oleh dua warga negara Rusia, pengusaha Bali lapot ke Mabes Polri. Datang bersama kuasa hukumnya, Budiman Tiang melaporkan warga Rusia yang telah merugikan dirinya hingga ratusan miliar rupiah, tak hanya dua orang itu ia juga melaporkan oknum anggota Brimob yang mem-backing-i mereka.
Kuasa hukum Budiman Tiang, Ade Ratnasari SH mengatakan, kedatangan kliennya ke Badan Reserse Krimimal (Bareskrim) Mabes Polri guna melaporkan oknum warga Rusia yang telah menipu kliennya.
Sebelumnya peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polda Bali dan saat ini masih dalam tahap penyidikan, menurutnya, laporan di Polda Bali berbeda Pasal dengan di Mabes Polri meski peristiwanya sama. "Yang melapor pun beda, pasalnya juga berbeda", tambahnya.
Dijelaskan, kliennya memiliki lahan di Bali llalu datang warga Rusia menawarkan kerjasama, akhirnya keduanya sepakat dan menandatangani perjanjian antara keduanya. Namun seiring berjalan waktu keuntungan yang dijanjikan oknum Rusia ini tak kunjung ada. Merasa dibohongi maka Budiman Tiang melaporkan warga Rusia itu telah melakukan penipuan.
Dari kasus tersebut ada anak Menteri yang dikait-kaitkan, Ade tak membantah itu, malah meminta anak menteri itu untuk sementara melepas jabatannya sebagai Komisaris di perusahaan yang ikut kerja sama mengolah lahan Budiman Tiang, agar tak ada preseden buruk atas dirinya dan kasus ini. Bila kasus ini selesai, Ade menyarankan anak Menteri ini kembali sebagai Komisaris lagi.
Selain meminta anak Menteri berhenti sejenak juga meminta Dirjen Pajak dn OJK menelusuri kasus penipuan yang dialami Budiman Tiang, karena ada uang besar di kasus ini. "Mereka pakai Crypto untuk melakukan transaksi, ini kan mengemplang pajak masa uang besar gak ada pajaknya", tambah Ade geram.
Ade dan kliennya juga sudah melaporkan kasus ini ke Komisi III dan Komisi XIII, kini keduanya menanti panggilan DPR untuk Rapat Dengar Pendapat. Selama menanti RDP Ade dan kliennya berharap kasus ini segera selesai. Dirinya juga berterimakasih pada Kapolri yang telah meminta anak buahnya bertindak cepat.