INDONEWS.ID

  • Minggu, 07/06/2020 13:30 WIB
  • Indonesia Jadi Pasar Potensial Peredaran Narkoba, Ini Kata Mantan Kepala BNN Anang Iskandar

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Indonesia Jadi Pasar Potensial Peredaran Narkoba, Ini Kata Mantan Kepala BNN Anang Iskandar
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional selaku mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol (Purn) Dr. Anang Iskandar, S.H dan Wakil Sekretaris Jendral Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) selaku Pemred INDONEWS.ID Asri Hadi (Foto:Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Kolaborasi Polri dan BNN mengendus aktivitas para bandar narkoba di Indonesia membuahkan hasil yang memuaskan. Belum lama ini, polisi bersama BNN berhasil membekuk kembali 6 pelaku baru yang menyelundupkan sabu seberat 402 kg di Sukabumi, Jawa Barat.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional selaku mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol (Purn) Dr. Anang Iskandar, S.H mengatakan keberhasilan BNN dan Polri menangkap bandar narkotika dengan barang bukti besar itu sangat membanggakan. 

Baca juga : Butir Pemikiran Chappy Hakim soal Air Force Leadership

"Namun menurutnya, hal tersebut juga menunjukan indikator betapa besarnya jumlah penyalah guna narkotika di indonesia akibat penyalah guna tidak direhabilitasi," kata Anang dalam keterangan tertulisnya kepada Indonews.id pada Minggu (7/6/2020).

Oleh karena itu, tambah Anang, perlu langkah seimbang dalam menangani masalah narkotika. 
Penyalah gunanya, kata Anang, harus direhabilitasi dan pengedarnya di hukum berat. Cara merehabilitasi penyalah guna, menurut Anang, bisa dilakukan dengan tiga cara

Baca juga : Dubes RI Beberkan Cara Pemerintah China Sukses Bangkit dari Pandemi Covid-19

"Pertama, penyalah guna dalam keadaan ketergantungan atau orang tuanya wajibkan lapor ke IPWL agar mendapatkan perawatan/penyembuhan supaya tidak relap atau menggunakan narkotika lagi," terang Anang.

Kedua, penegak hukum penyidik, jaksa penuntut umum dan hakim diberi misi menjamin penyalah guna direhabilitasi.

Baca juga : LPKN Gelar Webinar "Jerat dan Celah Hukum Pengadaan Dalam Keadaan Darurat"

Ketiga, lanjut Anang, khusus hakim diberi kewajiban untuk menghukum rehabilitasi terdakwa, baik terbukti bersalah maupun tidak terbukti bersalah.

"Nah, cara merehabilitasi penyalah guna tersebut diatas tidak berjalan dengan baik, akibatnya indonesia jadi pasar potensial narkotika dunia," pungkas Anang.

Lebih jauh, Anang menjelaskan, langkah menanggulangi masalah narkotika sesuai aturan hukum narkotika yang berlaku adalah penyalah guna narkotikanya direhabilitasi melalui wajib lapor penyalah guna dalam keadaan ketergantungan atau orang tuanya ke IPWL.

"Dan kewajiban hakim menghukum rehabilitasi sedangkan khusus pengedarnya dihukum pidana  berat, dimiskinkan serta diputus jaringan bisnis narkotikanya," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jendral Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) selaku Pemred INDONEWS.ID Asri Hadi mengucapkan selamat atas keberhasilan MABES POLRI menangkap bandar besar narkoba.

“Artinya Indonesia merupakan pasar potensial bagi para pengedar Narkoba sehingga perlu ditingkatkan kerjasama antar instansi terkait yang bertugas di bidang pemberantasan Narkoba. Diharapkan jaringan narkoba ini dapat terungkap sampai ke bandar besarnya, “ ujar Asri dalam siaran persnya, Jumat (5/6/2020).*(Rikard Djegadut).

Artikel Terkait
Butir Pemikiran Chappy Hakim soal Air Force Leadership
Dubes RI Beberkan Cara Pemerintah China Sukses Bangkit dari Pandemi Covid-19
LPKN Gelar Webinar "Jerat dan Celah Hukum Pengadaan Dalam Keadaan Darurat"
Artikel Terkini
Diperpanjang! Daftar Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pemkot Bogor
Dukcapil Kemendagri Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir Kalimantan Selatan
FOKSI Dukung PPATK Ungkap Aliran Dana Ke Rekening FPI
Biden Hapus Kebijakan Trump, Rizal Ramli: Nanti Kalau Ada Perubahan, Kita Batalkan UU Omnibus Law
Minta Maaf ke Natalius Pigai, Ambroncius Nababan: Saya Juga Anak Papua
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir