indonews

indonews.id

Pernyataan Sikap Ketum BERSAMA terkait Maraknya Tokoh Masyarakat Terjerat Kasus Narkoba

Pernyataan Sikap Ketum BERSAMA terkait Maraknya Tokoh Masyarakat Terjerat Kasus Narkoba

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Pernyataan Sikap Ketum BERSAMA terkait Maraknya Tokoh Masyarakat Terjerat Kasus Narkoba
Ketua Umum organisasi Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) Major Jendral Polisi (Purn) Drs. I Gusti Made Putera Astaman bersama Wakil Sekjend BERSAMA selaku pemred Indonews.Id Asri Hadi

Pernyataan Sikap Ketum BERSAMA terkait Maraknya Tokoh Masyarakat Terjerat Kasus Narkoba

Jakarta, INDONEWS.ID - Organisasi Badan Kerja Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (Organisasi BERSAMA) menilai masalah narkoba masih marak di Tanah Air. Kondisi darurat narkoba ini sungguh mencengkram anak-anak bangsa.

Hal itu terlihat dari maraknya penangkapan sejumlah tokoh masyarakat, artis/selebriti seperti Sherly Djou (istri wakil bupati Gorontalo), Catherine Wilson, Nunung Srimulat, Tio Pakusadewo, Dwi Sasono, Lucinta Luna, Roy Kiyoshi, Vitalia Sesha, Jefri Nichol, Anton J-Rocks, Jaka Hidayat eks drummer BIP dan Reza Artamevia, di samping penangkapan berbagai kasus narkoba lainnya belakangan ini.

Beberapa dari para pencandu dan tersangka tersebut telah menyatakan permintaan maaf secara terbuka di depan publik kepada keluarga, kerabat, masyarakat dan bangsa karena telah memberikan contoh yang buruk kepada publik Indonesia.

Ketua Umum Organisasi BERSAMA, Putera Astaman menyambut baik permohon para pecandu tersebut. Astaman menilai permohonan maaf tersebut membuktikan bahwa orang tersebut telah menydari perbuatan buruknya, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

"Saya menyambut baik permohonan maaf secara terbuka tersebut yang membuktikan bahwa dia menyadari telah melakukan perbuatan keburukan terhadap dirinya dan berdampak buruk
terhadap keluarga, kerabat, masyarakat dan bangsanya," kata Astaman dalam keterangan tertulis yang diterima Indonews.id, Selasa (8/9/20)

Namun Astaman menegaskan bahwa sebagai anak bangsa yang telah sadar berbuat kesalahan adalah tidak cukup hanya mohon maaf, tetapi hendaknya dengan niat dan tekad yang kuat berjanji serta berikrar untuk membalas budi dan berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara untuk berbuat kebaikan dan kebaikan tanpa henti sepanjang hayat.

Untuk itu, Astaman mengajak para pecandu yang telah menyadari kekeliruannya dan menyesali perbuatan buruknya untuk bergabung dalam Organisasi BERSAMA dan bersama-sama dengan Pemerintah dan seluruh komponen bangsa lainnya berupaya membebaskan bangsa kita dari cengkraman darurat narkoba.

"Menyerukan kepada semua saudaraku dengan kawan-kawan dan anak-anak bangsa lainnya yang pernah terlibat berbuat keburukan kasus narkoba untuk bergabung dengan Organisasi BERSAMA, bergabung dalam Komunitas Warga Karya, bergabung sebagai anggota Grup Bersih Narkoba (Grup BERSINAR) yang kesemuanya mempunyai komitmen kuat untuk Bersih dari Narkoba sepanjang hayat, berkarya dan berprestasi sebagai anak bangsa," imbau Astaman.

Bagi yang ingin bergabung dapat menghubungi salah satu nomor di bawah ini.

Putera Astaman - Ketua Umum : 0819 706 676

Prof. Hadiman - Wakil Ketua Umum : 0811 929 070

Prof. Budiharjo - Sekretaris Jenderal : 0815 1433 5053

Ibu Charletty - Wakil Ketua Harian : 0812 9059 101

Ibu Sunitri - Kabid Diklat : 0812 9061 303

dr. Ricardo - Kabid Organisasi & Daerah : 0877 8861 7979

Ibu Maria Mujianto - Kesekjenan : 0813 1767 5770

Ibu Helena Annie - Kesekjenan : 0816 777 190

Ibu Hanny – Relawan BERSAMA : 0811 800 819

Liana - Staff Sekretariat : 0896 1508 8616*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas