Duh! Imbas Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tempe dan Tahu Mogok Massal
Duh! Imbas Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tempe dan Tahu Mogok Massal
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Pengrajin tahu dan tempe di seluruh Jabodetabek melakukan mogok massal atau berhenti menjual selama tiga bari. Hal ini menyebabkan pasokan tahu dan tempe di pasaran menjadi langka selama beberapa hari.
Usut punya usat, mogok massal yang dilakukan mulai tanggal 1 Januari hingga 3 Januari 2021 ini tak lepas dari kenaikan harga kedelai secara drastis.
Salah satu pengrajin tahu dan tempe Agus Tolle mengatakan, mogok massal ini dilakukan agar pemerintah cepat tanggap dan masyarakat mengetahui harga kacang kedelai yang semakin mahal.
"Jadi harga awalnya kacang kedelai Rp7.000 sampai sekarang menjadi Rp9.500 per kg," ujar dia dalam acara INews Siang, Minggu (3/1/2021).
Pihaknya juga masih menunggu tanggapan pemerintah. Para pengrajin tempe dan tahu meminta harga kacang kedelai diturunkan, agar bisa kembali menjual kepada masyarakat dengan harga yang sesuai.
"Saya juga tidak mengetahui penyebab kenaikan ini. Jadi kami berharap pemerintah segera menurunkan kacang kedelai karena itu sumber kehidupan kami," ungkap dia.*