indonews

indonews.id

Efek Samping Vaksin Covid-19, Menkes : Sedikit Pegal dan Demam

Sebagaimana ramai diberitakan media massa, vaksin Covid-19 akan disuntikkan pertama kali kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 13 Januari 2020. 

Reporter: Ronald
Redaktur: very
zoom-in Efek Samping Vaksin Covid-19, Menkes : Sedikit Pegal dan Demam
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto : istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan vaksin Covid-19 kemungkinan menimbulkan beberapa efek samping mulai dari pegal hingga demam.

Hal ini disampaikan BGS dalam rapat koordinasi Kesiapan Vaksinasi COVID-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.

"Arahan dari Bapak Presiden, kemungkinan akan ada sedikit dampak, misalnya pegal sedikit, demam sedikit," kata Menkes Budi seperti dikutip dari keterangan resmi Puspen Kemendagri, Selasa, (5/1/2021).

Sebagaimana ramai diberitakan media massa, vaksin Covid-19 akan disuntikkan pertama kali kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 13 Januari 2020. 

Sementara itu, tenaga kesehatan, yang menjadi sasaran prioritas penerima vaksin diminta tidak disuntik vaksin dalam satu waktu. Karena menurutnya, efek samping pasca vaksinasi menurutnya jadi hal penting yang harus diwaspadai. 

"Jadi dalam satu Puskesmas, misalnya ada empat perawat, jangan sampai di hari yang sama kita vaksin semua," kata Budi.

Dalam petunjuk teknis resmi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, dijelaskan bahwa vaksin Corona secara umum tidak menimbulkan efek samping, namun apabila terjadi biasanya hanya reaksi ringan.

Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain, di antaranya:

1. Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya, selulitis.

2. Reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), badan lemas, dan sakit kepala.

3. Reaksi lain, seperti reaksi alergi,misalnya, urtikaria, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).

Untuk penanganan reaksi ringan lokal pasca vaksinasi seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Sementara untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Setelah penyuntikan vaksin perdana pada 13 Januari 2021. Selanjutnya, diikuti secara serentak di 34 provinsi pada 14-15 Januari. 

Untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan dan publik, program vaksinasi gratis bertahap diawali dengan tiga kelompok, yakni kelompok pejabat publik pusat dan daerah, pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan dan Key Leader kesehatan daerah, serta tokoh agama daerah.

"Arahan Bapak Presiden jelas, akan dilakukan secara serentak, diawali di pusat, kemudian dilanjutkan di daerah, melibatkan tokoh masyarakat dan kalau ada tokoh kesehatan atau figur dokter yang berpengaruh, misalnya, untuk diikutsertakan," jelasnya.

Budi juga meminta kepala daerah untuk mempersiapkan orang-orang yang akan mendapatkan prioritas program vaksinasi, yang akan dibagi menjadi dua tahap.

"Bapak/Ibu Gubernur, kepala daerah, tolong persiapan, pilih orangnya, karena tanggal 14 - 15 kita akan mulai lakukan vaksinasi di daerah, terutama provinsi. Kemudian untuk proses vaksinasi, terutama tenaga kesehatan, tolong dibagi 2 tahap," tandasnya. (rnl)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas