indonews

indonews.id

Haryo Sengkuni, American Style

Akankah LG dijadikan ikon buruk dalam politik AS seperti HS dalam cerita pewayangan itu? Saya tak tahu. Yang jelas, para Sengkuni di dunia ini memang ada, hadir, dan hidup di antara kita.

Reporter: indonews
Redaktur: very
zoom-in Haryo Sengkuni, American Style
Pendukung Donald Trump saat menduduki Capitol Hill. (Foto: AFP)

Oleh: Muhammad AS Hikam*)

INDONEWS.ID -- Di dalam dunia pewayangan, salah satu figur paling "notorious" alias "kondang" dalam arti negatif, adalah Haryo Sengkuni (HS), Mahapatih Kerajaan Hastinapura yang juga oom nya para Kurawa. HS adalah simbol manusia, dan sekaligus, sikap hipokrit dan pakar dalam urusan membolak balik statemen serta pemutarbalikan fakta untuk mendukung para Kurawa dan perbuatan-perbuatan jahat mereka.

HS melakukan semua itu dalam rangka menghancurkan para Pandawa dan Kerajaan Amarta sebagai akibat obsesi balas dendam pribadi dan nafsu berkuasa. HS, kita tahu, adalah salah seorang arsitek utama perang Bharatayudha yang pada akhirnya menghancurkan para Kurawa sendiri.

Maka sosok HS telah terpateri dalam dunia nyata di tanah Jawa dan Nusantara sebagai sebuah "ikon" manusia/ laku jahat: hipokrit, pengadu domba, pembohong, dan juga pintar mempermainkan kata demi kepentingan-kepentingan penguasa dan/atau diri sendiri. Jika seseorang sudah mendapat julukan Sengkuni, jelas itu bukan sebuah pujian akan kejujuran dan kebaikan. Minimum orang tersebut sudah dianggap "bermasalah" dalam kata dan laku!

Tetapi keberadaan tokoh mirip HS ternyata universal, menerobos ruang dan waktu. Ia bukan cuma fenomen yang dimonopoli masyarakat Jawa atau Nusantara saja. Bahkan HS bisa hadir, misalnya, di Amerika Serikat saat ini. Lihat misalnya Senator Lindsey Graham (LG), politisi Partai Republik yang berasal dari negara bagian South Carolina. Yup! AS juga punya Sengkuninya sendiri.

Sengkuni “made in Amerika” ini adalah salah satu tokoh Republikan pendukung Presiden Trump yang punya karakter persis tokoh pewayangan tersebut: Mencla mencle, dan hipokrit. Dengan sangat enteng, umpamanya, LG membuat statemen-statement yang saling bertentangan satu sama lain dan berubah-ubah. Semuanya adalah dalam rangka menyelamatkan kepentingan politiknya. Seorang LG tak malu untuk berpidato menghujat Trump, tetapi setelah itu lalu memuji dan menjilatnya.

Tak pelak, media AS pun rajin membuat dan mengumpulkan berbagai rekaman video tentang LG  yang sedang berplin-plan (flip flopping) ria selama beberapa tahun terakhir ini! (simak dua video di bawah). Tersaji di video tersebut bagaimana LG menyikapi ulah Presiden Trump sebelum dan sesudah dimakzulkan untuk kedua kalinya oleh DPR AS beberapa hari lalu. Dalam pidatonya di Senat AS itu, semula LG sudah bilang tidak mau mendukung Trump yang menolak hasil Pilpres 2020. Apalagi ada aksi teror di Capitol Hill yang nenelan korban 5 oorang tewas. Tetapi beberapa hari kemudian, setelah LG ikut dalam rombongan sang Presiden ke Alamo, Texas, ia "balik kucing." Kini LG bilang bahwa Trump sedang berupaya "menyembuhkan Amerika.!" dan karenanya "jangan dimakzulkan!"

Akankah LG dijadikan ikon buruk dalam politik AS seperti HS dalam cerita pewayangan itu? Saya tak tahu. Yang jelas, para Sengkuni di dunia ini memang ada, hadir, dan hidup di antara kita. Cermatilah!!

Simak tautan ini:

1.https://youtu.be/RAz_9MsB0VU

  1. https://youtu.be/gk8kchuzA4M
  2. https://www.msnbc.com/rachel-maddow-show/lindsey-graham-s-hypocrisy-takes-ridiculously-brazen-turn-n1244303
  3. https://m.huffpost.com/us/entry/us_5f66f060c5b6de79b6763fd3
  4. https://reason.com/2019/11/06/lindsey-graham-reveals-his-utter-hypocrisy-on-impeachment/

*) Penulis adalah pengamat politik dari President University, Jababeka, dan mantan Menristek era Presiden Gus Dur.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas