indonews

indonews.id

Mantap! Kendati Diterpa Covid-19, Total Aset PNM Naik 27,1 Persen Per Desember 2020

Mantap! Kendati Diterpa Covid-19, Total Aset PNM Naik 27,1 Persen Per Desember 2020

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Mantap! Kendati Diterpa Covid-19, Total Aset PNM Naik 27,1 Persen Per Desember 2020
Kantor Pusat PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menutup buku tahun 2020 dengan catatan yang membanggankan. Pasalnya, kendati perusahaan sempat diterpa badai pandemi covid-19, namun kinerjanya tetap positif hampir di setiap lini usaha.

EVP Operasional dan Keuangan PT Permodalan Nasional Madani (Perseoro) atua PNM Sunar Basuki mengatakan kinerja positif tersebut tidak terlepas dari peran aktif semua pihak di PNM. Salah satu yang disorotnya adalah soal total aset PNM per akhir December 2020.

"Total aset PNM meningkat tajam yakni 27,1 persen menjadi 31.665 triliun dibandingkan pada tutup buku tahun sebelumnya yakni 24,909 triliun," kata Sunar dalam Laporan Kinerja Pemberdayaan PNM bertajuk UMKM Tangguh, Indonesia Tumbuh secara daring di Jakarta, Rabu(10/2/2021).

Selain itu, Sunar menyebut total nasabah aktif PNM Mekaar dan ULaMM tumbuh 29 persen dibandingkan tahun 2019 yakni 6.043.840 menjadi7.802.802.

"Nasabah aktif PNM Mekaar dan UlaMM tumbuh dengan baik dibandingkan jumlah nasabah di 2019 sebanyak 6 juta menjadi 7,9 juta," kata Sunar

Dalam rangka menunjang pelayanan, perusahaan telah merekrut sebanyak 10.000 karyawan baru sehingga menjadi 49.162 karyawan di seluruh Indonesia. Kinerja ini tentu saja sangat positif bagi perusahan di tengah kondisi pasar yang sedang menurun karena pandemi covid-19.

Sementara itu, jumlah kantor cabang juga bertambah menjadi 3.357 kantor yang tersebar di 34 provinsi, 439 kabupaten/kota dan 4.450 kecamatan di seluruh Indonesia.

Selain itu, total penyaluran PNM sepanjang 2020 sebesar Rp26,9 triliun. Baki debet berada di angka Rp22,1 triliun dan total pendapatan sebesar Rp5,8 triliun. Sementara untuk laba usaha dan laba bersih PNM masing-masing mengalami minus 24,3 persen dan 63,3 persen dibandingkan tahun 2019.

Adapun total aset PNM teraudit tercatat sebesar Rp31,7 triliun dan total liabilitas ada di angka Rp26,1 triliun serta total ekuitas sebesar Rp5,6 triliun. "Ini pencapaian yang cukup baik dalam situasi pandemi seperti ini," tegas Sunar.

Lebih lanjut Sunar menyebut, perusahaan juga mencatat NPL PNM Mekaar mencapai 0,13% serta Gearing ratio di 2020 sebesar 4 kali. Mengenai gearing ratio, Sunar menjelaskan PNM ini merupakan perbandingan antara total pinjaman ke perbankan, ke pasar modal, maupun pemerintah, dibandingkan modal perusahaan.

"Angkanya semakin aman bagi perusahaan. Tahun sebelumnya hampir 8 kali, ini terjadi karena kita mendapatkan PMN sebesar Rp2,5 triliun di 2020. Potensi untuk mendapatkan pinjaman dari pasar modal cukup besar," pungkas Sunar.*(Rikard Djegadut).

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas