Target PNM di 2021, Salurkan Pembiayaan hingga Rp38 Triliun
PNM Target Salurkan Pembiayaan hingga Rp38 Triliun di 2021
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menargetkan total penyaluran pembiayaan di 2021 mencapai Rp38 triliun atau tumbuh 41,47% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi itu akan didukung target penambahan nasabah dan jumlah peningkatan plafon dari nasabah naik kelas.
EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki menyampaikan, pihaknya menargetkan jumlah nasabah meningkat dari akhir 2020 sebanyak 7,9 juta nasabah menjadi 9,2 juta nasabah di akhir 2021.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan terdapat setidaknya 650 ribu nasabah akan naik kelas, diikuti peningkatan plafon pembiayaan. Dia menuturkan, PNM optimistis bisa mencapai target tersebut. Per 10 Februari 2020 saja, nasabah perseroan telah bertambah menjadi 8,2 juta.
"Jadi efek (pembiayaan tumbuh) ada dua sisi, kenaikan jumlah nasabah dan jumlah plafon yang membuat penyaluran di 2021 cukup tinggi," kata Sunar pada konferensi pers pemaparan kinerja, Rabu (10/2).
Sampai 2020, PNM mencatat penyaluran pembiayaan ULaMM turun 35% (yoy) menjadi Rp 2,51 triliun. Sedangkan Mekaar naik 20,48% (yoy) menjadi Rp 24,34 triliun. Adapun total penyaluran sepanjang 2020 mencapai Rp 26,86 triliun atau naik 11,54% (yoy).
Peningkatan total pembiayaan itu diikuti kualitas pembiayaan (non performing financing/NPF) gross menguat 25 basis poin (bps) menjadi 0,93%.
Untuk mendukung penyaluran pembiayaan di tahun ini, perseroan akan menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) III Tahap V sebesar Rp 666,2 triliun di kuartal I-2021. Obligasi ditawarkan dengan tenor 1, 3, dan 5 tahun.
"Ada perubahan rating Pefindo A+ (stable outlook), ini peringkat perusahaan lebih baik dibandingkan Agustus 2020 yang negatif. Minat investornya cukup tinggi, sudah oversubscribe sampai 300%, ini merupakan gambaran bahwa PMN sebuah lembaga yang cukup baik," ujar Sunar.(Invester Daily).