INDONEWS.ID

  • Selasa, 02/03/2021 18:59 WIB
  • Buru Harun Masiku, KPK Bentuk Dua Satgas Khusus

  • Oleh :
    • Ronald
Buru Harun Masiku, KPK Bentuk Dua Satgas Khusus
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jakarta, INDONEWS.ID - Demi mencari tersangka buron kasus suap Paruh Antar-Waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024, Harun Masiku (HM), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membentuk dua satuan tugas khusus.

Sebagaimana diketahui, HM yang merupakan politisi PDIP ini telah lama buron sejak buron sejak kasus digulirkan KPK sejak setahun lamanya.

Baca juga : Duh! Ternyata Ini Penyebab Novel Baswedan Cs Disingkirkan dari KPK

"Kami sudah membentuk satgas khusus untuk pencarian DPO (Daftar Pencarian Orang). Kami udah bentuk dua satgas, karena bukan hanya Harun Masiku yang kami cari tapi ada yang lainnya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Dia mengatakan KPK telah melibatkan kepolisian untuk melacak keberadaan penyuap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan itu. Dia meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun untuk memberikan informasi kepada aparat yang berwenang.

"Kami sudah buka kontak pelaporan di KPK, silahkan saja yang mengetahui, silakan melapor. Kami nggak akan berhenti pihak yang mangkir baik itu saksi atau tersangka," katanya.

Baca juga : Sebut TWK KPK Amburadul dan Bias, Rizal Ramli Minta Menteri Tjahjo Bertanggung Jawab

KPK, lanjut dia, meyakini bahwa eks calon anggota DPR RI itu saat ini masih berada di Indonesia.

“Harun tidak mungkin dapat pergi keluar negeri karena sudah dicekal. KPK juga belum mendapatkan informasi kalau Harun sudah berada di luar nusantara,” kata dia.

Baca juga : Dikabarkan Tak Lolos TWK, Sosok Ini Pimpin Tim KPK OTT Bupati Nganjuk

Dia mengatakan, pintu-pintu resmi perlintasan keluar negeri sudah ditutup bagi Harun. Dia melanjutkan, Harun dapat meninggalkan Tanah Air jika dia kemudian keluar melalui pintu-pintu yang tidak terdeteksi aparat berwenang.

"Kami meyakini yang bersangkutan masih di dalam negeri, kalau sistemnya berjalan dengan baik. Kalau lewat pintu resmi yang dijaga imigrasi, nggak akan lolos," katanya.

Sekedar informasi, kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi, pada 8 Januari 2020. Dalam operasi senyap itu, sejumlah orang ditangkap termasuk penerima suap yaitu Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya Agustiani Tio Fridelina.

Harun Masiku sudah menjadi buronan KPK selama setahun dan masih belum ada kejelasan di mana keberadaannya. Sedangkan Harun sebagai pemberi suap dikabarkan telah pergi ke luar negeri sejak sebelum OTT digelar atau pada 6 Januari 2020. (rnl)

Artikel Terkait
Duh! Ternyata Ini Penyebab Novel Baswedan Cs Disingkirkan dari KPK
Sebut TWK KPK Amburadul dan Bias, Rizal Ramli Minta Menteri Tjahjo Bertanggung Jawab
Dikabarkan Tak Lolos TWK, Sosok Ini Pimpin Tim KPK OTT Bupati Nganjuk
Artikel Terkini
Hari Pertama Idulfitri, 5 Kabupaten di 4 Provinsi Terdampak Banjir dan Longsor
Ditjen Dikti dan Kominfo Bakal Berkolaborasi Jadikan Startup Digital Mata Kuliah Wajib Mahasiswa
Gempabumi M 7.2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah
PNM Santuni 10.032 Anak Yatim Piatu & Dhuafa Lintas Agama di 875 Kantor Cabang
Khotbah Idul Fitri, Anggota Kompolnas Ajak Jamaah Sholat Ied Taat Prokes
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas