Hebat! Pengusaha Pia Asal Jember Bawa Misi Kurangi Angka Pengangguran
Nasabah sudah menjalankan usaha produksi makanan khas jember ini selama 13 tahun.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Ibu Indah Augustin, perempuan tangguh asal Jember sudah menggeluti usaha pia khas Jember selama 13 tahun. Ia memulai usahanya dari nol sampai berkembang seperti sekarang.
Walau hanya tamatan Sekolah Dasar (SD), hal itu tidak menghalangi mimpi Ibu Indah untuk menjadi orang sukses. Saat ini, Ibu Indah mempekerjakan lebih dari 10 orang dan mampu untuk menghasilkan hingga 1.000 bungkus pia perhari.
Wanita kelahiran Jember, 17 Agustus 1967 ini berwirausaha dengan modal awal ingin bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Karena baginya, manusia dianggap bernilai saat ia membawa manfaat untuk orang-orang di sekitarnya.
“Menurut saya, ketika kita bernilai, maka kita menjadi sesuatu yang berharga, baik, dan dianggap penting oleh warga masyarakat. Dari situ, kita menjadi berguna bagi manusia lain.” tegas Ibu Indah.
Berangkat dari keresahannya terhadap angka pengangguran yang tinggi di kabupaten Kaliwates, Ibu Indah lalu memutuskan untuk membuka usaha kue pia khas Jember untuk ikut berkontribusi mengurangi angka pengangguran.
Hal itu ia realisasikan dengan dilakukannya peminjaman modal ke PNM Mekaar. Hingga sekarang, setiap harinya Ibu Indah menjual sekitar 1.000 kotak pia isi 10 potong per boks. Dengan harga jual sebesar Rp 3.000 per kotak, Ibu Indah mendapat pemasukan sebanyak Rp 3 juta per hari.
Salah satu rahasia Ibu Indah dalam mengembangkan bisnis pianya adalah selalu mengutamakan kualitas produk. Baginya, kenaikan harga bahan baku bukan berarti harus mengurangi kualitas dan rasa. Selain itu, kunci utama kesuksesannya adalah, jujur, tekun, dan ulet.
“Jujur, saya tidak menyangka bisa menjual hingga 1.000 boks pia setiap harinya. Ini semua tidak hanya karena niat saya untuk membantu orang lain, juga pasti karena ikut campur tangan Allah SWT. Tidak lupa terima kasih PNM Mekaar yang sudah membantu saya sampai ke titik ini.” ucap Ibu Indah penuh haru.*