indonews

indonews.id

Ketum Partai Rakyat: Presiden Jokowi Sebaiknya Pilih Kaum Muda Jadi Jubir

Untuk itu perlulah rasanya Juru Bicara Presiden diisi oleh orang muda. Pemuda dapat menjalankan fungsi Jubir secara optimal, menyampaikan informasi-informasi publik tentang kebijakan Presiden dan pemerintahannya secara aktual dengan komunikasi yang terbuka, tidak kaku karena memiliki relasi yang genuine dengan zaman.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Ketum Partai Rakyat: Presiden Jokowi Sebaiknya Pilih Kaum Muda Jadi Jubir
Ketua Umum Partai Rakyat Arvindo Noviar. (Republiknew.com)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ketua Umum Partai Rakyat Arvindo Noviar meminta Presiden Joko Widodo untuk segera menunjuk dan melantik Juru Bicara Presiden pasca ditinggalkan oleh Fojroel Rachman yang telah dilantik menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazahktan.

Jika menggunakan instrumen ilmu komunikasi politik yang efektif, kriteria seseorang yang cocok, patut, atau layak menjadi Juru Bicara Presiden haruslah seorang yang selain cerdas dan komunikatif juga harus “nyambung” dengan rakyat.

“Untuk itu perlulah rasanya Juru Bicara Presiden diisi oleh orang muda. Pemuda dapat menjalankan fungsi Jubir secara optimal, menyampaikan informasi-informasi publik tentang kebijakan Presiden dan pemerintahannya secara aktual dengan komunikasi yang terbuka, tidak kaku karena memiliki relasi yang genuine dengan zaman,” ujar Arvindo melalui siaran pers di Jakarta, Senin (1/11).

Arvindo mengatakan, jika melihat dari melimpahnya angka produktif generasi muda - yang acapkali dengan ringkas disebut dengan bonus demografi - maka kita harus memaksimalkan potensi tersebut. Karena berhasil atau tidaknya negara ini di masa depan ditentukan oleh berhasil atau tidaknya kita memaksimalkan momentum bonus demografi.

“Karena itu, sudah waktunya Negara mengubah tatanan atau tradisi lama yang meragukan atau menomorduakan peran generasi muda. Kini yang muda-muda penting untuk dilibatkan secara total, diberikan ruang dan posisi strategis di dalam struktur negara. Diakomodir untuk mengemban tugas dalam mengisi bangunan kekuasaan. Lagi pula, secara faktor determinasi, kualitas, kapabilitas, dan atau integritas peran-peran pemuda selalunya sangat kontributif,” katanya.

Karena itu, katanya, memberikan porsi yang lebih, diharapkan membuat generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha sejauh mungkin mengejar cita-citanya. Kesempatan ini, juga tentunya menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menunjukkan potensi sekaligus eksistensinya.

“Kehadiran generasi muda sebagai corong informasi istana diharapkan menarik minat pemuda Indonesia untuk lebih perduli terhadap kondisi negaranya. Sebab saya selalu yakin bahwa masa depan Indonesia yang gilang-gemilang adalah masa depan pemuda yang bergotong-royong,” pungkasnya. ***

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas