Projo Hadir di Silatnas KIB, PDIP: Itu Tidak Masalah
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto buka suara soal kehadiran Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi saat silaturahmi nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto buka suara soal kehadiran Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi saat silaturahmi nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Menurutnya, PDIP enggan ikut campur rumah tangga Projo. Ia mengatakan tidak masalah relawan pendukung Jokowi dekat dengan salah satu koalisi yang akan mengusung calon presiden dan calon wakil presiden di 2024.
"Projo adalah relawan, kecuali dia mendeclare sebagai partai politik kalau punya keberanian," ujar Hasto di Bogor, Minggu (5/6).
PDIP tidak takut suara pendukung Jokowi pindah ke partai lain. Menurut Hasto, partai bisa mendapatkan suara bila menunjukkan kerjanya kepada rakyat.
"Ketakutan kami kalau seluruh kinerja yang ditunjukan oleh PDIP tidak diterima oleh rakyat. Oleh karena itu kami terus bergerak ke bawah supaya rakyat dan PDIP menjadi satu kesatuan," kata Hasto.
Dia menegaskan, seorang presiden juga tidak bisa berdiri hanya karena dukungan segelintir orang atau partai. Apalagi bila hanya dukungan kelompok relawan. Seorang presiden perlu dukungan yang kuat dengan kekuatan di DPR RI.
Hasto mencontohkan ketika dukungan di parlemen oleh Presiden Joko Widodo kurang dari 50 persen pada periode pertama, sulit melakukan konsolidasi pemerintahan negara.
"Kita enggak bisa ada seorang presiden yang berdiri hanya karena dukungan segelintir orang atau parpol. Kita adalah negara gotong royong, apalagi dukungan mereka yang tidak sebagai partai politik, padahal di tata kelola pemerintah memerlukan dukungan dari DPR," tegas Hasto.
Untuk diketahui, KIB dibentuk tiga partai, yakni Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Budi Arie bukan dari internal ketiga partai itu.
Dalam silaturahmi itu, Budi Arie nampak duduk satu meja bersama Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Majelis Penasihat Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, serta Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Dalam sesi foto, Budi Arie juga ikut bersama ketua umum partai dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar tingkat provinsi, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN dan PPP seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketum Projo Budi Arie belum mau bicara banyak soal siapa yang akan didukung oleh Projo di Pilpres 2024. Ia bilang, kehadiran Projo karena sebagai spesialis Pilpres.
"Ini 2024 kan Pileg pilpres serentak. Pasti partai juga ngurusin Pileg nya. Kalau kita spesialis Pilpres tenang aja," kata Budi.
Budi pun memberikan sinyal Projo dapat berubah nama di Pilpres mendatang. Soal capres, ia mengaku tidak mau buru-buru mendeklarasikan dukungan.
"Tenang itu ada waktunya. Nanti Projo ini kan biar menjemput takdir," kata Budi.*