INDONEWS.ID

  • Selasa, 22/08/2023 19:59 WIB
  • Hujan Buatan untuk Ngurangi Polusi Udara Jakarta yang Sangat Buruk

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Hujan Buatan untuk Ngurangi Polusi Udara Jakarta yang Sangat Buruk

Jakarta, INDONEWS.ID - ASN Pemda DKI mulai kemarin sudah 50% harus bekerja dari rumah agar kendaraan mereka asapnya tidak mengotori langit ibukota.

Tim hujan buatan yang dipimpin Budi Harsoyo BRIN sudah mulai bekerja dari tgl 19-21 Agustus untuk mendatangkan hujan di wilayah Jabodetabek.

Baca juga : Kurangi Polusi Udara, Luhut Minta Jokowi Naikkan Pajak Motor Bensin

Cuaca panas ekstrem yang di sebabkan El Nino diperkirakan akan panjang sampai bulan Pebruari 2024. Kekeringan dan kebakaran hutan sudah mulai terjadi di sana sini

Meskipun potensi peluang hujan cuma 50% tim teknologi pengendali cuaca (TMC) tetap bergerak dan melakukan operasi membuat hujan buatan.

Baca juga : Soal Karhutla, BPPT Lakukan Operasi Hujan Buatan di Provinsi Jambi

Dengan pesawat CASA 212 milik TNI AU, hari minggu 20 Agustus dengan membawa NaCl seberat 800 kilogram mereka mengudara dari lapangan Husein Sastranegara Bandung, pukul 13.00-14,50, dengan target kabupaten Bogor, Jakarta Selatan, barat dan Tangerang.

Penerbangan kedua terbang pukul 15.00-16.50 membawa 800 kilogram garam, diketinggian 10.000 kaki melintasi Depok, Jaksel, Tangsel dan kabinet blog.

Baca juga : BNPB Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca Atasi Kekeringan di Jawa-NTT

Malam nya mulai pukul 20.30 akhirnya turun hujan di 12 titik, Depok, Hambalang, Cibinong, Sentul, Serpong sampai Tangerang Selatan, dari intensitas ringan sampai lebat .

Untuk mengurangi polusi udara Indonesia baru pertama kali memanfaatkan hujan buatan, China India dan Thailand sudah lama menggunakan cara ini . Kita baru manfaatkan hujan buatan untuk kebakaran hutan dan mengisi waduk waduk yang airnya mulai berkurang.*(Zaenal).

Artikel Terkait
Kurangi Polusi Udara, Luhut Minta Jokowi Naikkan Pajak Motor Bensin
Soal Karhutla, BPPT Lakukan Operasi Hujan Buatan di Provinsi Jambi
BNPB Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca Atasi Kekeringan di Jawa-NTT
Artikel Terkini
Dewan Pakar BPIP: Akademisi Bisa Buka Wacana Keselarasan Sistem Pilpres dengan Sila ke-4 Pancasila
Baznas RI Berikan Penghargaan Kepada Bupati Tanah Datar
HUT Basarnas ke 52, Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas
Aksara Bricks, Cluster Gaya Eropa di Pasar Minggu
Ancaman Propaganda Pro-Khilafah: Dari Kajian Tertutup Hingga Pop-Culture
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas