indonews

indonews.id

Disebut Bermanfaat, Prof Tjandra: Makan Siang Gratis Demi Derajat Kesehatan Bangsa

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI  yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, makan siang gratis tersebut sangat bermanfaat.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Disebut Bermanfaat, Prof Tjandra: Makan Siang Gratis Demi Derajat Kesehatan Bangsa
Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah dilantik pada Minggu (20/10). Usai dilantik, Prabowo langsung mengumumkan para menteri yang mengisi Kabinet Merah Putih.

Para menteri tersebut, dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (21/10). Kini, rakyat menunggu perealisasian janji-janji Presiden Prabowo yang diucapkannya di masa kampanye presiden.

Salah satu program yang ditunggu-tunggu rakyat yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Betapa tidak, makan bergizi gratis tersebut telah ditunggu oleh 82 juta anak-anak, termasuk ibu hamil.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI  yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, makan siang gratis tersebut sangat bermanfaat.

“Tentu makan siang gratis akan sangat bermanfaat. Kita amat berharap agar pelaksanaannya tentunya sesuai prinsip gizi seimbang, atau yang populer dengan istilah "isi piringku", dimana porsi makanan terdiri dari makanan pokok karbohirat, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada juga yang membagi makan bergizi itu masing-masing sepertiga karbohidrat, sepertiga protein hewani atau nabati dan sepertiga sayur dan buah-buahan.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara mengatakan, setidaknya ada tiga peran makan siang yang baik.

Pertama, untuk menjamin kecukupan gizi. Kedua sebagai sumber energi untuk sekolah dan beraktifitas. Ketiga, untuk mengatasi dan menghindari berbagai penyakit dan masalah kesehatan.

Selain jaminan kandungan gizi dan juga aspek rasa makanannya, serta mungkin pula sedikit banyak tentang estetikanya, satu hal yang amat perlu mendapat perhatian adalah aspek kebersihan dan higienitasnya.

Dia mengatakan, karena gerakan ini amat masif untuk seluruh negeri maka harus betul-betul dijaga agar jangan sampai terjadi masalah gangguan saluran cerna (apalagi keracunan makanan dan atau penyakit) pada masyarakat yang mengkonsumsinya.

“Semoga program makan siang  sukses dan memberi manfaat besar bagi derajat kesehatan anak bangsa kita,” pungkasnya. ***

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas