indonews

indonews.id

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon: Berharap Indonesia Bisa Jadi Ibu Kota Budaya Dunia

Di sela-sela membuka Festival Budaya Panji 2024 di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (22/10) malam, Fadli mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa besar.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Menteri Kebudayaan, Fadli Zon: Berharap Indonesia Bisa Jadi Ibu Kota Budaya Dunia
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto memecah Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menjadi tiga nomenklatur kementerian. Kementerian itu antara lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipimpin oleh Prof. Abdul Mu`ti, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dipimpin oleh Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Fadli Zon.

Di sela-sela membuka Festival Budaya Panji 2024 di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (22/10) malam, Fadli mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa besar.

“Tinggal bagaimana mempromosikan kekayaan budaya kita secara global dan terutama agar masyarakat bisa menganggapnya sebagai aset luar biasa,” kata pengoleksi 1.000 keris tersebut.

Indonesia, katanya, salah satu negara yang memiliki peradaban tertua di dunia. Politikus Partai Gerindra itu mencontohkan lukisan purba yang ditemukan di Goa Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ketika ditemukan, peneliti memperkirakan lukisan itu merupakan tinggalan berusia 40 ribu tahun.

Menurut Fadli, semua fakta tersebut harus dibarengi upaya mengenalkan dan menciptakan lagi budaya dan identitas kebudayaan bagi masyarakat luas.

"Reintroduksi budaya kita, reinventing identitas kebudayaan, termasuk cerita Panji,” katanya.

Dalam acara serah terima jabatan dari Menteri Nadiem Makarim, Fadli mengatakan kekayaan nasional Indonesia bukan semata cadangan alam tetapi juga kekayaan budaya yang luar biasa.

“Inilah yang saya kira akan kita lakukan, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi ibu kota budaya dunia, capital of world culture," katanya di Jakarta, Senin, 21 Oktober 2024.

 

Profil Fadli Zon

Fadli Zon adalah seorang politikus dan mantan aktivis mahasiswa era Orba. Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014–2019.

Bersama Prabowo Subianto, ia ikut mendirikan Partai Gerindra dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.

Fadli Zon lahir di Jakarta pada 1 Juni 1971 dari pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim. Fadli menikah dengan Katharine Grace dan dikarunia dua putri: Shafa Sabila Fadli dan Zara Saladina Fadli.

Fadli Zon menempuh pendidikan di SDN Cibereum 3, SMPN 1 Cisarua, tetapi pindah ke SMP Fajar Jakarta dan SMA Negeri 31. Fadli melanjutkan pendidikan S-1 di Sastra Rusia, Universitas Indonesia. Kemudian, mengambil S-2 di London School of Economics and Political Science dan S-3 di Universitas Indonesia.

Dia aktif berorganisasi mulai dari ketua biro pendidikan senat mahasiswa FSUI pada 1992-1993, sekretaris umum senat mahasiswa FSUI pada 1993, ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI pada 1993-1994.

Memulai karier sejak di bangku kuliah dengan bekerja menjadi wartawan dan penulis lepas di media.

Karier politiknya mulai terlihat pada pada 1997-1999. Saat  itu, dia menjadi anggota MPR RI dari golongan pemuda dan aktif sebagai asisten Badan Pekerja Panitia Adhoc I yang membuat GBHN.

Fadli Zon juga aktif dalam dunia bisnis. Pada tahun 1999-2002, Fadli Zon menjabat sebagai Direktur Nusantara Energy Resources. Lalu menjadi Direktur Umum Golden Spike, sebuah perusahaan minyak dan gas milik swasta, Direktur Nusantara Energy, Direktur PT Padi Nusantara dan terakhir sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Tindar Kerinci Agung di tahun 2007. *

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas