indonews

indonews.id

WHO Keluarkan "Global TB Report 2024", Indonesia Masih di Nomor 2 Dunia

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, untuk Indonesia, setidaknya terdapat lima hal yang disebutkan dalam laporan terbaru ini.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in WHO Keluarkan "Global TB Report 2024", Indonesia Masih di Nomor 2 Dunia
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Beberapa hari lalu, pada 29 Oktober 2024, WHO mengeluarkan “Global TB Report 2024”, yang menyampaikan data tuberkulosis (TB) di dunia termasuk juga Indonesia. Data itu sesuai data tahun 2023.

PBB menyebutkan bahwa pada 2023 terdapat 8,2 juta kasus baru TB dunia. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari data tahun 2022 sebanyak 7,5 juta, data 2021 sebanyak 7,1 juta, data 2020 sebanyak 5,8 juta kasus dan data 2019 sebanyak 6,4 juta kasus.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, untuk Indonesia, setidaknya terdapat lima hal yang disebutkan dalam laporan terbaru ini.

Pertama, dokumen WHO terbaru ini kembali menampilkan data bahwa negara kita adalah penyumbang kasus TB terbanyak ke dua di dunia.

“Masih tetap seperti peringkat beberapa tahun belakangan ini, tentu ini bukanlah hal yang menggembirakan,” ujarnya melalui pernyataan pers di Jakarta, Rabu (6/11) .

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI ini menyebutkan bahwa ranking kelima negara penyumbang kasus TB terbanyak di dunia adalah India (26%), Indonesia (10%), China (6.8%), Filipina (6.8%) dan Pakistan (6.3%). 

Laporan WHO ini juga menyebutkan bahwa penyumbang terbesar peningkatan kasus dunia antara 2020 dan 2023 adalah Indonesia, Filipina dan Myanmar.

Kedua, untuk TB yang kebal obat, baik yang resisten obat rifampisin (“Rifampicin resistance – RR”) maupun kebal terhadap beberapa obat penting sekaligus, yang disebut “Multi Drug Resistance TB – MDR TB”, Global TB Report 2024 menampilkan lima negara yang diperkirakan merupakan penyumbang lebih dari separuh kasus MDR dan RR TB di dunia.

Dari kelima negara tersebut, terdapat negara Indonesia yaitu masing-masing India (27%), Rusia (7.4%), Indonesia (7.4%), China (7.3%) dan Filipina (7.2%).

Ketiga, laporan WHO kali ini menyebutkan ada 39 negara di dunia yang insiden TB-nya meningkat lebih dari 5% pada 2023 dibanding 2015. Lima dari 39 negara ini ada di Asia, yaitu Indonesia, Mongolia, Myanmar dan Filipina.

Juga disebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari 10 negara di dunia yang merupakan penyumbang “gap” atau tidak sesuaian terbesar antara estimasi insiden dengan penemuan nyata kasus baru.

“Lima terbesar dari 10 negara (yang secara keseluruhannya mencakup 50% gap yang terjadi) ini adalah India (16%), Indonesia (11%), Pakistan (7.8%), China (6.5%) dan Myanmar (6.5%),” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Hal keempat, disebutkan bahwa 10 negara yang merupakan penyumbang 75% “gap” antara estimasi insiden kasus MDR/RR-TB dengan mereka yang kemudian mendapat pengobatan yang tepat.

Urut-urutan 10 negara ini adalah India, Filipina, Indonesia, China, Pakistan, Myanmar, Ukraine, Nigeria, Vietnam dan Afrika Selatan.

Kelima yaitu tentang Indonesia yang dicantumkan di “WHO Global TB Report” 2024 terkait apresiasi yang sudah dilaksanakan “TB inventory study” pada 2023 lalu.

“Hasilnya menunjukkan besarnya penurunan kasus yang tidak terlaporkan (underreporting) bila dibandingkan studi terdahulu pada 2017,” ujar mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes itu. *

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas