indonews

indonews.id

Alamak! NCCW Sebut Jutaan Anak di Sudan Putus Sekolah Dampak Konflik sejak 2023

Dewan Kesejahteraan Anak Nasional (National Council for Child Welfare/NCCW) Sudan melaporkan, lebih dari 15 juta anak di Sudan putus sekolah akibat konflik yang sedang berlangsung di negara itu.

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in Alamak! NCCW Sebut Jutaan Anak di Sudan Putus Sekolah Dampak Konflik sejak 2023
Dewan Kesejahteraan Anak Nasional (National Council for Child Welfare/NCCW) Sudan melaporkan, lebih dari 15 juta anak di Sudan putus sekolah akibat konflik yang sedang berlangsung di negara itu. Foto africafex

Jakarta, INDONEWS.ID- Dewan Kesejahteraan Anak Nasional (National Council for Child Welfare/NCCW) Sudan melaporkan, lebih dari 15 juta anak di Sudan putus sekolah akibat konflik yang sedang berlangsung di negara itu.

Sekretaris Jenderal National Council for Child Welfare (NCCW) Abdul Qadir Abdullah Abu menyampaikan laporannya pada Selasa (12/11)"Lebih dari 15 juta anak putus sekolah," kata Abdul Qadir dikutip Rabu (13/11).

Abdul menuding Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) telah melakukan pelanggaran sistematis terhadap anak-anak. Dia menyatakan "milisi" tersebut telah menculik lebih dari 2.500 anak.

"Hampir 3.000 anak telah tewas selama mengungsi, dan RSF telah merekrut lebih dari 8.000 anak untuk ikut terlibat dalam pertempuran," ujarnya.

Lebih lanjut Abdul mengatakan, anak-anak adalah kelompok yang "paling rentan" dan membutuhkan mekanisme perlindungan tersendiri dalam konflik ini.

Diketahui, pada 30 Oktober, organisasi nirlaba Save the Children melaporkan lebih dari 2,8 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) dalam kondisi yang memprihatinkan seiring konflik terus berlanjut di Sudan.

Menurut laporan tersebut, anak-anak mencakup lebih dari separuh dari total 11 juta pengungsi di negara itu.

Banyak di antaranya tinggal di kamp, permukiman informal, sekolah yang kelebihan kapasitas, atau bangunan-bangunan publik.

Sudan telah terjebak dalam konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF sejak pertengahan April 2023.

Hingga 14 Oktober, lebih dari 24.850 orang telah tewas, menurut Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata (Armed Conflict Location and Event Data Project).

Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) memperkirakan bahwa per 29 Oktober, lebih dari 14 juta orang mengungsi di dalam maupun di luar Sudan. 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas