Pemain Myanmar Dinilai Kasar, Ini Nasihat Bijak Exco PSSI
Kemenangan Timnas Indonesia 0-1 atas Myanmar tidak hanya menyisakan cerita gembira, tapi juga cerita sedih, kesal dan marah di kalangan fans bola di tanah air.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID--Kemenangan Timnas Indonesia 0-1 atas Myanmar tidak hanya menyisakan cerita gembira, tapi juga cerita sedih, kesal dan marah di kalangan fans bola di tanah air.
Kesal dan marah suporter Timnas Garuda tidak lain yaitu terkait perilaku kasar pemain Myanmar terhadap gelandang serang Garuda, Marcelino Ferdinand.
Kala bentrok pada 9 Desember itu tepatnya pada menit ke-45+2, Marselino yang sedang menguasai bola dijatuhkan oleh pemain Myanmar. Dalam posisi terjatuh itu, Marcelino juga dihajar dengan bola oleh Hein Phyo Win.
Tindakan kasar yang dilakukan pemain belakang tersebut mendapatkan sorotan negatif dari semua kalangan, termasuk PSSI.
Arya Sinulingga, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menyayangkan perilaku bek Timnas Myanmar, Hein Phyo Win tersebut.
Menurut Sinulingga, apa yang dilakukan Hein Phyo Win itu bisa membahayakan Marcelino. Bahkan aksi semacam itu bisa membahayakan masa depan dan karir seorang pemain, dalam hal ini Marcelino.
"Kan sepak bola itu masa depan pemain. Berpikir bahwa mencederai pemain itu sama saja mencederai dia juga. Itu kan bisa mematahkan karier orang, memutus karier orang," jelas Arya.
Arya yang menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers PSSI dengan Erspo di FX Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/12 mengaku sedih melihat aksi itu masih bisa dilakukan.
"Kami sedih. Kok masih ada yang seperti itu dalam suatu pertandingan. Itu kan penghasilan orang. Kami berharap, kita bangun suadana pertandingan yang fair play di ASEAN. Jadi kami kecewa dengan permainan kasar yang dibuat oleh teman-teman Myanmar," tegasnya.
Meski kecewa, Arya menyampaikan pesan bijak kepada skuad Garuda agar tidak melakukan hal serupa saat bertanding, sebab dampaknya bisa memutus karir dan merusak masa depan pemain lain.
"Tapi nanti ketika kita menjadi tuan rumah, jangan begitu lah. Kita tetap baik-baik saja," ajak pria yang menjadi tangan kanan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tersebut.
"Kita berpikirnya pemain jangan dicederai, bahaya. Itu kan masa depan dia. Ini bukan soal sentimen kebangsaan, tidak. Jangan buat seperti itu," sambung Arya.