indonews

indonews.id

Kepada Media Asing, Ketum PSSI Bicara Persiapan Timnas Garuda Lolos ke Piala Dunia 2026

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berbicara dengan penuh rasa bangga dan meyakinkan soal posisi Timnas Indonesia dalam peta sepak bola dunia.

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in Kepada Media Asing, Ketum PSSI Bicara Persiapan Timnas Garuda Lolos ke Piala Dunia 2026
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berbicara dengan penuh rasa bangga dan meyakinkan soal posisi Timnas Indonesia dalam peta sepak bola dunia. Foto dok/istimewa

Jakarta, INDONEWS.ID--Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berbicara dengan penuh rasa bangga dan meyakinkan soal posisi Timnas Indonesia dalam peta sepak bola dunia.

Kepada media asing Reuters, Erick menyampaikan bahwa Timnas Garuda sedang dalam proses menuju level dunia.

Erick yakin bisa mencapai level itu karena saat ini  Timnas Merah Putih sudah diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan di level Asia.

"Banyak orang yang mengatakan bahwa kita adalah raksasa yang tertidur dan inilah mengapa kita harus membuat program bagaimana kita bisa menjadi lebih baik," kata Erick dikutip Selasa (24/12/2024).

Sekadar diingat, skuad Garuda saat ini sedang berjuang menuntaskan misi di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Pada Maret nanti, pasukan asuhan Shin Tae-yong  akan menantang Australia dan Bahrain. Laga ini akan membuat Merah Putih  lolos ke babak selanjutnya.

Menurut Ketum PSSI, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menjadi momen pembuktian bagi Shin Tae-yong  usai gagal di ASEAN Cup 2024 Sabtu (21/12) lalu.

Untuk mewujudkan mimpi besar main di pentas Piala Dunia, menurut Erick, sangat dibutuhkan dukungan pemerintah, sektor swasta dan juga federasi.

Sejauh ini, lanjut dia, PSSI telah berusaha untuk menambah kekuatan timnas lewat pemain keturunan.

"Kami ingin lolos ke Piala Dunia, kami ingin lolos ke Olimpiade dan inilah mengapa semua pemain yang bermain di Eropa percaya pada program ini," katanya.

Lanjut Erick, para pemain keturunan memiliki ikatan emosional dengan tanah kelahiran mereka dan orang tua mereka. Mereka antusias bergabung demi membela tanah air.

"Mereka ingin kembali ke tanah kelahiran mereka karena itu adalah hal yang sentimental bagi mama, papa, nenek dan kakek mereka dan ini adalah sesuatu yang saya bawa kepada mereka, sebuah program yang bagus dan mimpi yang ingin kami capai," bebernya.

Selain upaya naturalisasi pemain, Erick juga menyoroti upaya menyehatkan liga domestik. Salah satu yang menjadi perhatian PSSI, kata Erick, adalah terkait wasit.

Dalam rangka membenah masalah wasit, langkah PSSI salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan federasi sepak bola Jepang (JFA).

"Kami telah membersihkan liga kami, kami telah bekerja sama dengan federasi Jepang untuk membersihkan wasit kami," ujarnya.

Dan hal penting lainnya adalah mendorong klub di tanah air agar memiliki tim muda yang kuat agar bisa menjalankan regenerasi dengan baik. Erick yakin, menyiapkan generasi secara baik akan bermuara kepada timnas yang lebih kuat.

"Jika kita memiliki lebih banyak klub yang fokus pada hal-hal mendasar, kita dapat mengembangkan bakat kita. Tentu saja, kami sedikit unik karena kami mencoba melakukannya dari puncak piramida ke bawah," ucapnya.

"Kami akan melanjutkan program ini untuk membangunkan raksasa yang tertidur di peta sepak bola dunia," sambung Erick.

 

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas