indonews

indonews.id

Bos PNM: Kisah Suciyah Bukti Nyata Emak-emak Dapat Berkontribusi bagi Keluarga dan Lingkungan

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, meyakini bahwa ibu-ibu seperti Suciyah memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan bagi keluarga dan lingkungan mereka.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, meyakini bahwa ibu-ibu seperti Suciyah memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan bagi keluarga dan lingkungan mereka.

“Ibu-ibu Mekaar ini punya potensi besar untuk berkembang, sudah ada bibit dan naluri dari diri mereka sendiri, untuk memberi semaksimal mungkin kepada keluarga bahkan lingkungan sekitar. Tugas kami memfasilitasi dukungan terbaik dengan pembiayaan dan pendampingan melalui program-program yang tepat sasaran,” ungkap Arief.

Kisah Suciyah adalah bukti nyata bagaimana akses terhadap modal usaha dan pendampingan yang tepat dapat mengubah kehidupan seseorang, sekaligus memberikan dampak positif yang meluas bagi masyarakat sekitar.

Diketahui, Suciyah, seorang pengusaha cor kuningan dari Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur berbagi kisah inspiratif tentang perubahannya setelah bergabung dengan PNM Mekaar. Sebelumnya, hidup Suciyah hanya bergantung pada penghasilan sekitar Rp300.000 per bulan, yang bahkan tak cukup untuk mencukupi kebutuhan dasar keluarganya.

Keadaan ini membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk membeli popok dan susu anak-anaknya. Namun, kehidupan Suciyah mulai berbalik setelah ia bertemu dengan Account Officer (AO) PNM Mekaar di pasar.

Tawaran modal usaha dengan plafon awal Rp3.000.000 membuka peluang bagi Suciyah untuk mengembangkan usaha produksi cor kuningan. Modal tersebut menjadi titik awal bagi perubahan besar dalam hidupnya dan keluarganya.

Berkat kerja keras dan dukungan yang ia dapatkan, usaha Suciyah kini berkembang pesat. Tidak hanya berhasil meningkatkan taraf hidup keluarganya, tetapi ia juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Suciyah kini memiliki tempat usaha sendiri, mampu membeli alat produksi cor kuningan, dan bahkan mempekerjakan tetangga sekitar. Selain itu, ia turut membantu menyekolahkan anak-anak yatim di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya pernah ngerasain hidup susah, ada sedikit rezeki dari hasil jualan saya pingin bantu orang yang kesulitan,” kata Suciyah.

Dengan ketulusan hatinya dan kegigihan berusaha, ia menjadi salah satu nasabah PNM Mekaar yang menginspirasi banyak orang. Suciyah juga rajin mengikuti pelatihan usaha yang diselenggarakan oleh PNM, termasuk pelatihan klasterisasi bertema "Cor Kuningan."

Ia menceritakan bahwa dalam pelatihan tersebut ia belajar cara baru dalam membuat cor kuningan, yang lebih mudah dibandingkan dengan cara yang biasa ia lakukan. Pulang dari pelatihan, Suciyah berbagi ilmu dengan tetangga-tetangganya, mengajarkan mereka cara membuat cor kuningan yang lebih sederhana.

Berkatnya, banyak tetangga yang tertarik untuk memproduksi cor kuningan dan akhirnya bergabung dengan PNM Mekaar. Usaha Suciyah terus berkembang berkat kegigihan dan dukungan yang ia terima.

Salah satu bentuk dukungan yang ia terima datang dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang memberikan bantuan alat produksi untuk mendukung kelanjutan usahanya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Suciyah untuk membawa usahanya ke tingkat yang lebih tinggi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, meyakini bahwa ibu-ibu seperti Suciyah memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan bagi keluarga dan lingkungan mereka.

“Ibu-ibu Mekaar ini punya potensi besar untuk berkembang, sudah ada bibit dan naluri dari diri mereka sendiri, untuk memberi semaksimal mungkin kepada keluarga bahkan lingkungan sekitar. Tugas kami memfasilitasi dukungan terbaik dengan pembiayaan dan pendampingan melalui program-program yang tepat sasaran,” ungkap Arief.

Kisah Suciyah adalah bukti nyata bagaimana akses terhadap modal usaha dan pendampingan yang tepat dapat mengubah kehidupan seseorang, sekaligus memberikan dampak positif yang meluas bagi masyarakat sekitar.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas