indonews

indonews.id

PSM Makassar Imbang 1-1 Lawan Arema FC, Bernardo Tavares Tuding Wasit Tak Fair

Duel sengit tuan rumah Arema FC  versus PSM Makassar terjadi pada laga pekan ke-22 lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Soepriadi, Blitar, Jawa Timur, Senin (10/2/2025) sore.

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in PSM Makassar Imbang 1-1 Lawan Arema FC, Bernardo Tavares Tuding Wasit Tak Fair
Duel sengit tuan rumah Arema FC versus PSM Makassar terjadi pada laga pekan ke-22 lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Soepriadi, Blitar, Jawa Timur, Senin (10/2/2025) sore.

Jakarta, INDONEWS.ID– Duel sengit tuan rumah Arema FC  versus PSM Makassar terjadi pada laga pekan ke-22 lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Soepriadi, Blitar, Jawa Timur, Senin (10/2/2025) sore.

Laga ini berakhir dengan skor imbang 1-1 yang dicetak pada babak kedua. Pada babak pertama, duel Juku Eja versus Singo Edan tidak menghasilkan gol karena solidnya pertahanan masing-masing tim.

Laga PSM Makassar vs Arema FC dipimpin oleh wasit utama Asep Yandis, dibantu dua asisten wasit, Agus Romadhoni dan Hendra Cipta Nasution. Lalu didukung wasit VAR, Tommi Manggopa dan asisten wasit VAR, I Gede Selamat Raharja.

Kedua pelatih menerapkan skema susunan pemain berbeda. Pelatih PSM Bernardo Tavares menerapkan 4-3-3 sedangkan pelatih Arema Ze Gomes menerapkan 4-2-3-1.

Menarik, saat tim fami PSM unggul lebih dulu lewat gol Nermin Haljeta di menit 64, dua menit setelahnya Arema FC langsung balas melalui gol Pablo Oliveira di menit 66.

Setelah itu, tidak ada lagi gol. Di tengah upaya memburu gol kemenangan, Pemain PSM Pereira Albertine malah terkena kartu merah pada menit 81.

Namun meskipun unggul dalam jumlah pemain, taun rumah gagal mencetak gol selama 9 menit terakhir  waktu normal. Hasil akhir tetap 1-1 untuk kedua tim.

Hasil imbang ini tidak memuaskan pelatih PSM Bernardo Tavares karena menurutnya Asep Yandis yang memimpin pertandingan bertindak tidak fair.

Dalam sesi jumpa pers, Tavares meluapkan kekecewaan terhadap kinerja wasit dengan menggebrak meja. Dia juga membawa laptop untuk memperlihatkan keputusan wasit yang dia anggap tidak fair.

Tavares memberikan contoh saat striker PSM Makassar  Albertine Joao Pereira melanggar Johan Alfarizi bek Arema FC pada menit 80, wasit langsung melihat VAR.

Namun, kondisi berbeda ketika gelandang Arema FC, Arkhan Fikri melanggar penyerang sayap PSM Makassar, Ricky Pratama di kotak penalti pada menit 90+7, wasit tidak mengecek VAR.

“Kalian bisa cek di laptop situ, sangat  jelas bahwa wasit kenapa tidak melihat hal tersebut. Kalau ini wasit yang bagus, dia pasti akan memberikan penalti tersebut karena ini clear, jelas lagi penalti,” ujar pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut di hadapan wartawan.

Hal seperti ini, kata Tavares, dialami PSM Makassar di beberapa pertandingan terakhir, seperti ketika melawan Persib Bandung dan Dewa United.

“Ini bukan alasan bagi kita, kenapa mereka (wasit) tidak cek seperti ini, entah pemain cetak gol atau tidak, itu hal yang lain. Kalau benar-benar wasit fair, harusnya memberikan penalti, terlihat pemain Arema menendang pemain kita,” tuturnya.

Meskipun akhirnya skuad PSM hanya memetik satu poin, Tavares tetap bangga dengan anak didikannya karena imbang di markas Arema. Apalagi, waktu persiapan PSM Makassar sangat minim dibandingkan dengan Singa Edan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemain. Saya cukup bangga dengan pemain berhasil dapat satu poin di luar kandang. Terima kasih juga kepada suporter selalu memberikan dukungan dan doa,” tutupnya. 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas