indonews

indonews.id

PNM Tegaskan Komitmen Jadikan Perempuan sebagai Agen Perubahan Bangsa

Menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan perannya sebagai agen perubahan dengan terus mendorong pemberdayaan perempuan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi dan kesehatan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan yang difokuskan pada perempuan dari keluarga prasejahtera.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in PNM Tegaskan Komitmen Jadikan Perempuan sebagai Agen Perubahan Bangsa
Direktur Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM PNM, Arief Mulyadi

 

Jakarta, INDONEWS.ID — Menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan perannya sebagai agen perubahan dengan terus mendorong pemberdayaan perempuan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi dan kesehatan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan yang difokuskan pada perempuan dari keluarga prasejahtera.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan misi utama perusahaan dan menjadi "harga mati" dalam upaya membangun bangsa yang kuat dan berdaya saing.

“Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan dimulai dari tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat. Melalui akses pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan, PNM hadir untuk menciptakan perempuan yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga menjadi penopang utama kesehatan dan kesejahteraan keluarganya,” ujar Arief di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Hingga saat ini, program andalan PNM, yakni Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), telah menjangkau lebih dari 15 juta perempuan nasabah yang mayoritas berasal dari kalangan prasejahtera. Dengan mengoperasikan hampir 4.000 unit kerja di seluruh Indonesia, PNM saat ini melayani total 16,2 juta nasabah aktif.

“Nasabah PNM Mekaar diedukasi untuk dapat memahami pentingnya peran perempuan dalam pembangunan manusia, khususnya melalui aspek kesehatan dan kemandirian ekonomi, sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” lanjut Arief.

Senada dengan hal tersebut, Asisten Deputi Pembangunan Manusia, Kebudayaan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Wilayah III KemenPPPA, Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati, menegaskan bahwa perempuan merupakan aset bangsa yang tak tergantikan.

“Perempuan jadi punya posisi tawar jika memiliki penghasilan dan mandiri secara finansial,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa perempuan yang berdaya dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan, gizi, hingga pola pengasuhan anak.

“Ibu yang sehat akan melahirkan anak-anak yang hebat. Ibu yang hebat melahirkan anak sehat, keluarga akan menjadi kuat, begitu juga dengan Indonesia,” imbuhnya.

Dalam perspektif kesehatan, dr. Ayu Diandra Sari, Spesialis Gizi, juga menyoroti pentingnya gizi sehat bagi perempuan sebagai fondasi untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga.

“Perempuan yang sehat adalah kunci untuk menciptakan dirinya menjadi cerdas dan mandiri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap dr. Ayu.

Dengan komitmen tersebut, PNM menunjukkan peran strategisnya sebagai BUMN yang bukan hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan manusia yang berkualitas—dimulai dari perempuan sebagai pusat perubahan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas