Bertemu di Pemakaman Paus Fransiskus, Trump-Zelensky Bahas Perdamaian di Ukraina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengadakan pertemuan empat mata di Roma, Italia, pada Minggu (27/4), di sela-sela kehadiran mereka dalam pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengadakan pertemuan empat mata di Roma, Italia, pada Minggu (27/4), di sela-sela kehadiran mereka dalam pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Pertemuan yang berlangsung selama 15 menit itu disebut sebagai momen penting di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik bersenjata antara Ukraina dan Rusia. Mengutip pernyataan dari juru bicara Gedung Putih, pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup tanpa pendamping staf dan digambarkan sebagai “sangat produktif”.
Ini adalah pertemuan pertama antara kedua pemimpin sejak pertemuan yang menegangkan di Kantor Oval pada Februari lalu. Pertemuan ini juga datang di saat yang sangat krusial, menyusul serangan rudal Rusia yang menghantam kawasan permukiman di Kyiv pada 24 April lalu, menewaskan sedikitnya 12 orang.
Setelah mengikuti misa pemakaman Paus Fransiskus, Trump langsung bertolak dari Roma dengan menggunakan Air Force One. Dalam perjalanannya, Trump melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin melalui akun media sosial Truth Social.
“Tidak ada alasan bagi Putin untuk menembakkan rudal ke area sipil, kota, dan permukiman dalam beberapa hari terakhir,” tulis Trump. Ia kemudian melanjutkan, “Ini membuat saya berpikir bahwa mungkin dia (Putin) memang tidak ingin mengakhiri perang. Dia hanya mempermainkan saya, dan harus ditangani dengan cara lain, melalui ‘sanksi perbankan’ atau ‘sanksi sekunder’? Terlalu banyak orang yang sudah mati!!!”
Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam nada politik Trump, yang sebelumnya dikenal lebih lunak terhadap Rusia dan kerap mengkritik Zelensky. Kini, Trump tampak mulai mengambil posisi yang lebih tegas terhadap Moskow, di tengah tekanan internasional untuk segera mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.*