indonews

indonews.id

Kuda Hitam Menang untuk Bertanding di Kejuaraan Dunia

KUDA HITAM MENANG UNTUK BERTANDING DI KEJUARAAN DUNIA

 

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - HINGGA BABAK KEDELAPAN Kualifikasi Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 harapan Shafira Devi Herfesa menjadi juara jauh dari angan, betapa pun besar determinasinya. Usai babak kedelapan nilainya baru enam, hasil dari lima kali menang dan dua kali imbang. Sementara WFM Enkh-Amgalan Enkhrii dari Mongolia sudah memperoleh nilai tujuh. Jika Shafira berhasil menang di babak Sembilan yang menjadi babak penutup, nilainya maksimal hanya tujuh. Jika Enkhrii bisa meperoleh remis di babak terakhirnya, ia akan melanggang sebagai juara, memperoleh hadiah USD 1500 dan berhak mengikuti kejuaraan dunia.

Namun pertandingan catur penuh dengan semua kemungkinan, terutama menjelang babak-babak terakhir. Shafira dengan determinasi penuh berhasil memenangkan pertandingan terakhirnya. Sebaliknya Enkhrii yang hanya memerlukan hasil imbang ternyata dikalahkan oleh pecatur Filipina. Alhasil, keduanya sama-sama berada di puncak dengan sama-sama memperoleh nilai tujuh. Dalam kondisi semacam itu, Shafira mengamankan tempatnya di Piala Dunia karena memiliki tiebreak yang lebih unggul. WFM Enkhrii dengan rating xxxx memulai pertandingan sembilan seeded di atas Shafira yang hanya memiliki rating 1983 dan memulai pertandingan di meja keduapuluh. Namun meskipun Enkhrii berada di posisi lebih dominan, Shafira mampu menyamainya, sehingga tie break-nya lebih baik. Karena hanya satu pemenang teratas  teratas di kelompok wanita kualifikasi Zona 3.3 yang memiliki hak bertanding di Piala Dunia.

Tentu saja kemenangan gadis berusia 15 tahun, yang berlatih di bawah bimbingan GM Susanto Megaranto di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) sangat menggembirakan Percasi. “Kita sangat bangga. Meskipun peluangnya sangat kecil, ternyata Shafira berhasil menjadi juara,” tutur Henry Hendratno, Sekjen Percasi yang mengawal tim Catur Indonesia bertarung di Kualifikasi Zona 3.3 untuk Piala Dunia

Shafira Devi Herfesa saat ini masih terdaftar sebagai murid SMA kelas satu didi SMA I Depok, meskipun lebih fokus berlatih catur di SCUA bersama Laysa Latifah, 19 tahun yang masih terdaftar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi. Seperti halnya Laysa yang telah bertanding catur dalam usia anak dan remaja, Shafira juga mulai bermain catur di usia sangat muda. “Ia sangat berbakat,” tutur Henry Hendratno. “Sayang ia sempat menghilang ketika ada masalah di keluarganya. Untunglah sejak beberapa tahun terakhir ia kembali berlatih serius di Pelatnas yang dilatih GM Susanto Megaranto dan IM Tirta Chandra.”

Kejuaraan Catur Zona 3.3 Wanita minggu lalu berakhir di Ulaanbaatar, Mongolia, dengan hasil yang menggembirakan bagi tim putri Indonesia. Shafira berada di puncak, sehingga lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di Auditorium Hotel Holiday Inn, Ulaanbaatar. Turnamen yang diselenggarakan Federasi Catur Mongolia di bawah naungan Federasi Catur Asia dan FIDE, menampilkan 55 wanita dari lima negara yang bersaing memperebutkan tempat di Piala Dunia FIDE 2025. Acara ini diselenggarakan dengan baik, dengan total hadiah sebesar US$15.000, termasuk US$6.000 yang dialokasikan untuk kelompok wanita.

Di kelompok pria (Open Category) empat pecatur Indonesia gagal masuk dalam kelompok sepuluh besar. Percasi masih akan mengirim beberapa pecatur lainnya di bulan Mei ini untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia di Al Ain, Uni Emirat Arab, yang akan meloloskan lebih banyak kandidat pemain catur terbaik dari Asia untuk bertanding di Piala Dunia(MGA).

Tags:
© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas