Terpilih Jadi Paus, Kardinal Robert Prevost Memilih Nama Leo XIV, Mengikuti Semangat Leo XIII?
Setelah Paus Fransiskus, Paus pertama asal Argentina atau Amerika Latin wafat 21 April lalu, Kardinal Robert Francis Prevost dari AS terpilih menjadi Paus.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID-Setelah Paus Fransiskus, Paus pertama asal Argentina atau Amerika Latin wafat 21 April lalu, Kardinal Robert Francis Prevost dari AS terpilih menjadi Paus.
Menjadi pemimpin umat Katolik sedunia, dia memilih nama Paus Leo XIV. Teringat saat Kardinal Jorge Mario Bergoglio terpilih menjadi paus pada konklaf 13 Maret 2013, dia memilih nama Paus Fransiskus.
Fransiskus yang dimaksud adalah Fransiskus Asisi, sang pendiri Ordo Fratrum Minorum (OFM), Ordo Fransiskan yang didirikan pada 1209.
Ordo Fransiskan dikenal juga dengan sebutan Saudara Dina karena penghayatan spiritualitas hidup miskin, kepedulian terhadap kaum papa, dan mengasihi semua ciptaan.
Paus Fransiskus yang dari Tarekat Jesuit mengambil semangat Saudara Hina Dina dalam hidupnya. Paus Fransiskus mengeluarkan Ensiklik Laudato Si pada 24 Mei 2015.
Ensiklik Laudato Si berisi seruan untuk merawat alam sebagai `Rumah Kita Bersama`, Ensiklik yang terinspirasi dari Santo Fransiskus Assisi dengan makna “Terpujilah Engkau, Tuhanku”.
Jadi, pemilihan nama adalah sebuah identitas, semangat, sikap yang menjadi karya khas yang nyata dari paus terpilih.
Lalu, Kardinal Robert Francis Prevost memilih nama Paus Leo XIV. Nama ini tentu langsung dihubungkan dengan Paus Leo XIII yang menjadi pemimpin Gereja Katolik dari 1878 hingga 1903.
Paus Leo XIII mendapat gelar Paus Rosario. Gelar ini diberikan kepada Paus kelahiran Roma, 2 Maret 1810 itu karena pada masa Kepausannya ia menerbitkan sebelas surat ensiklik mengenai doa rosario.
Ensiklik ini menguatkan warisan suci bagi umat Katolik untuk mendaraskan doa rosario tiap hari selama bulan Oktober.
Selain ensiklik tentang doa rosario, Paus Leo XIII juga mengeluarkan sekitar 46 surat apostolikdan atau ensiklik yang membahas isu-isu sentral dalam bidang pernikahan dan keluarga serta negara dan masyarakat.
Di tengah kehidupan yang kian modern di mana institusi keluarga dan masyarakat kian rusak, Kardinal Robert Francis Prevost dari negara maju Amerika memilih nama Paus Leo XIV.
Mungkin sudah bisa dibayangkan reksa pastoral yang bakal mendapat tekanan penting dari Paus Leo XIV adalah keluarga.
Ya keluarga yang dibangun dalam kedekatan hubungan dengan Bunda Maria dalam doa rosario setiap bulan Mei dan Oktober.