Nasional

Paus Leo XIV Temui Presiden Zelensky Usai Misa Pelantikan, Soroti Perang Ukraina dan Serukan Perdamaian

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 19/05/2025 13:32 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Paus Leo XIV menggelar pertemuan penting dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky usai Misa pelantikannya sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik dunia di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas situasi konflik di Ukraina serta kemungkinan peran Vatikan dalam proses perdamaian.

Presiden Zelensky menyampaikan rasa terima kasihnya melalui akun Telegram resmi atas dukungan Paus Leo XIV terhadap Ukraina dan suaranya yang tegas dalam membela "perdamaian yang adil dan abadi". Zelensky juga memuji kesiapan Vatikan untuk menjadi platform negosiasi langsung antara Ukraina dan Rusia.

"Kami berterima kasih atas kesiapan Vatikan menjadi tempat perundingan damai. Ini adalah langkah penting di tengah penolakan Rusia untuk berunding secara langsung," tulis Zelensky.

Dalam pidato pertamanya sebagai Paus yang disampaikan di hadapan ribuan peziarah dan tokoh dunia, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Paus Leo XIV secara terbuka menyoroti penderitaan akibat perang di Ukraina, serta mengecam kekerasan dan ketidakadilan global.

Paus kelahiran Amerika Serikat dengan nama asli Robert Francis Prevost itu menyampaikan kritik tajam terhadap kebencian, kekerasan, prasangka, dan ketakutan terhadap perbedaan, sembari mengingatkan akan bahaya otokrasi dan ekonomi eksploitatif yang mengorbankan kaum miskin.

"Saya akan memerintah tanpa pernah menyerah pada godaan untuk menjadi seorang otokrat," ujar Paus Leo XIV.

Pelantikan Paus Leo XIV menjadi momen bersejarah, bukan hanya karena dia menjadi Paus pertama asal Amerika Serikat, tetapi juga karena ia mengangkat suara lantang mengenai isu-isu global dan seruan akan persatuan di tengah krisis kemanusiaan dan politik.

Dalam seremoni sakral tersebut, Paus Leo XIV menerima jubah wol dan cincin nelayan sebagai simbol kepemimpinan Gereja Katolik, kemudian memberikan berkat apostolik pertamanya kepada umat yang memadati Lapangan Santo Petrus.

Paus juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan Gereja sebagai ruang dialog, inklusi, dan perdamaian di tengah dunia yang terpecah-belah oleh konflik dan ketimpangan.

Artikel Lainnya