Waduh, Inilah Penyebab dan Kronologi Calon Pengantin di Palembang Dibacok Saat Hendak Menikah
Seorang calon pengantin di Palembang, Ahmad (30), menjadi korban pembacokan brutal sesaat sebelum melangsungkan akad dan resepsi pernikahannya. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh dendam lama yang berasal dari konflik pribadi pada tahun 2019.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Seorang calon pengantin di Palembang, Ahmad (30), menjadi korban pembacokan brutal sesaat sebelum melangsungkan akad dan resepsi pernikahannya. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh dendam lama yang berasal dari konflik pribadi pada tahun 2019.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Ahmad sedang bersiap menuju lokasi pernikahan. Tiba-tiba, ia diserang oleh lima orang pelaku, tiga di antaranya membawa senjata tajam dan satu orang diketahui menenteng senjata api. Akibat serangan tersebut, Ahmad mengalami luka serius di bagian tangan, kaki, dan wajah, dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD BARI Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Ada lima orang, tiga orang pakai senjata tajam dan satu orang bawa senjata api," ujar Ahmad dari ruang perawatan.
Ahmad menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari tuduhan lama yang dilayangkan salah satu pelaku terhadap dirinya. Ia dituduh sebagai "cepu" (informan), yang sempat memicu perkelahian antara keduanya pada tahun 2019 lalu.
"Dulu dia nuduh saya cepu. Karena itu cuma tuduhan, saya sempat berkelahi sama dia. Bahkan saya sempat ajak dia ke Jembatan Kertapati dan menusuknya dengan pisau. Itu sudah lama, tahun 2019, tapi baru sekarang dia balas," jelas Ahmad.
Ahmad meyakini bahwa pelaku telah merencanakan penyerangan ini secara matang dan menunggu momen saat dirinya lengah menjelang pernikahan.
“Mungkin dia nunggu saya lengah karena saya juga mau menikah, makanya dia balas dendam ke saya,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Identitas para pelaku telah dikantongi dan proses pengejaran tengah dilakukan untuk memastikan para pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.*