Gagal Raih Trofi Liga Eropa, Pelatih MU Ruben Amorim Kecewa Kalah 1-0 dari Tottenham
Duel perebutan trofi Liga Eropa di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB berakhir dengan kemenangan Tottenham Hotspur 1-0 atas Manchester United (MU).
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Bilbao, INDONEWS.ID--Duel perebutan trofi Liga Eropa di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB berakhir dengan kemenangan Tottenham Hotspur 1-0 atas Manchester United (MU).
Gol tunggal kemenangan The Lilywhites disarangkan Brennan Johnson. Skor 1-0 tidak berubah hingga laga berakhir dan membawa Tottenham juara Liga Eropa musim ini.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi MU atas Tottenham cukup besar. MU mengendalikan laga dengan penguasaan bola sebesar 73 persen berbanding 27 persen milik Tottenham.
Selanjutnya, MU melakukan operan sebanyak 514 kali dengan tingkat akurasi mencapai 84 persen, sementara Tottenham melakukan 183 operan dengan akurasi 61 persen.
Lalu peluang dengan melakukan tembakan sebanyak 16 kali dan 6 tembakan tepat sasaran. Sementara Tottenham hanya 3 tembakan dengan 1 tembakan tepat sasaran.
Tidak hanya itu, pasukan Ruben Amorim juga memiliki peluang lewat tendangan pojok sebanyak 5 kali. Namu, tidak satupun sepak pojok itu menghasilkan gol lewat sundulan.
Peluang dan pengendalian laga yang begitu dominan membuat pelatih MU Ruben Amorim kecewa dan sakit hati.
“Banyak momen di mana kami tidak bisa mengkreasi peluang tetapi tidak dengan hari ini. Saya cukup percaya diri dengan para pemain. Itu adalah tugas saya untuk membantu mereka,” tukas Amorim dikutil dari laman resmi UEFA, Kamis (22/5/2025).
Ini memang mengecewakan, sebab kekalahan ini merupakan yang kedua kali dialami Man United di final Liga Europa.
Sebelumnya, kegagalan dialami MU pada 2020-2021. Mereka kalah dari Villarreal lewat adu penalti di Gdansk, Polandia.
Akibat kekalahan ini, Man United kehilangan kesempatan berlaga di Liga Champions 2025-2026. Amorim mengaku ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh penggemar dengan kekalahan ini.
“Saya hanya ingin berbagi rasa sakit yang dirasakan penggemar. Mereka layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik,” tutur pelatih asal Portugal itu.
“Kami harus mengatasi rasa sakit akibat kekalahan ini. Kami bermain lebih baik dan anak-anak sudah melakukan segalanya untuk memenangi pertandingan ini,” sambung dia.