indonews

indonews.id

Uang Hilang Haji Melayang! Kronologi WNI Ini Tewas Ditinggal Sopir Usai Nekat Masuk Makkah Lewat Gurun

Insiden tragis menimpa tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang nekat masuk ke wilayah Makkah secara ilegal. Ketiganya ditemukan aparat keamanan Arab Saudi di area gurun wilayah Jumum, Makkah, pada Selasa (27/1), dalam kondisi dehidrasi.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Insiden tragis menimpa tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang nekat masuk ke wilayah Makkah secara ilegal. Ketiganya ditemukan aparat keamanan Arab Saudi di area gurun wilayah Jumum, Makkah, pada Selasa (27/1), dalam kondisi dehidrasi.

Satu orang atas nama SM ditemukan sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya, berinisial J dan S, berhasil diselamatkan dan kini dalam kondisi stabil.

Menurut Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Jeddah, Yusron B Ambary, peristiwa ini bermula dari razia aparat keamanan Arab Saudi terhadap kelompok WNI yang berada di wilayah Makkah secara tidak sah.

SM dan 10 WNI lainnya sebelumnya telah diusir ke Jeddah. Namun SM bersama J dan S kembali mencoba masuk ke Makkah menggunakan taksi gelap, dengan melewati jalur gurun pasir.

Namun dalam perjalanan, sopir taksi gelap yang mereka tumpangi tiba-tiba memaksa mereka turun di tengah gurun karena takut tertangkap patroli.

"Dalam upayanya mencoba masuk kota Makkah secara ilegal tersebut, ketiga WNI tiba-tiba dipaksa untuk turun di tengah gurun oleh sopir taksi karena takut tertangkap patroli Aparat Keamanan Arab Saudi," jelas Yusron dalam keterangannya, Sabtu (31/1).

Ketiganya kemudian ditemukan oleh patroli drone milik aparat keamanan Arab Saudi. SM sudah dalam kondisi tak bernyawa, diduga akibat dehidrasi berat. Sementara J dan S dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sebelum kembali diusir ke Jeddah.

Jenazah SM saat ini berada di rumah sakit di Makkah dan menunggu proses visum sebelum dilakukan pemakaman. KJRI Jeddah telah melakukan koordinasi dengan keluarga korban yang berasal dari Madura.

Yusron juga kembali mengingatkan seluruh WNI agar tidak mencoba berhaji secara non-prosedural.

"Marilah kita bijak dalam menyikapi perintah Allah untuk berhaji, jangan sampai Uang Hilang Haji Melayang," tegasnya.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas