Begini Pembelaan Diri Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel Usai Dihajar Senegal 1-3
Dalam pertandingan sepak bola kalah dan menang niscaya terjadi. Bermain imbang juga niscaya. Kalah tetaplah kalah dan memang tetaplah menang, tidak bisa dihapus dengan seribu satu argumen.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDINEWS.ID - Dalam pertandingan sepak bola kalah dan menang niscaya terjadi. Bermain imbang juga niscaya. Kalah tetaplah kalah dan memang tetaplah menang, tidak bisa dihapus dengan seribu satu argumen.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel sedikit kelabakan saat tim besutannya dikalahkan Senegal dengan skor menegangkan yaitu 1-3. Rupanya tidak dia duga kalau perlawanan Senegal membuat reputasinya runtuh.
Sayanya lagi, dia tidak tulus mengakui keunggulan skuad asuhan Pape Thiaw. Dia merasa laga ini tidak terlalu penting karena hanya uji coba. "Kami kalah di laga uji coba jadi tidak perlu panik," ujar Tuchel dilansir ESPN.
Tuchel berpaling pada torehan yang dicapai pada laga kualifikasi Piala Dunia. Tuchel menghibur bahwa Inggris susah menangkan tiga laga beruntun kompetisi besar.
"Kami sudah memainkan tiga laga kualifikasi, kami punya sembilan poin, dan tidak kebobolan. Kami akan kompetitif di bulan September, dan kami akan mengincar dua kemenangan lagi, 100% kami akan melakukannya," jelasnya.
"Kami sekarang tahu lebih baik, kami lebih pintar. Ini momen berat. Saya yang pertama yang tidak suka dan benci kalah. Tapi kan bukan pekan depan juga. Kami tidak ke Piala Dunia pekan depan, masih satu tahun lagi," katanya.
Diketahui duel melawan Senegal digelar di City Ground, Nottingham, Rabu (11/6/2025) dini hari WIB. Dalam laga ini The Three Lions sempat unggul lebih dulu lewat gol Harry Kane pada menit ke-7.
Tiga gol kemenangan Senegal dicetak oleh Sarr menit 40, Diarra pada menit 62 dan Sabaly pada 90+3.
Kekalahan 1-3 menjadi kekalahan pertama Tuchel selama menangani Inggris. Sebelumnya, Inggris mencatat tiga kemenangan dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kekalahan ini merupakan efek dari rotasi besar-besaran yang dilakukan Tuchel. Ia melakukan 10 perubahan pada susunan pemain jika dibandingkan dengan saat menang 1-0 atas Andorra pada akhir pekan lalu.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Inggris atas Senegal sangat tinggi. Mereka menguasai 61 persen bola, 556 operan dengan tingkat akurasi 91 persen.
Senegal hanya menguasai bola 39 persen, 355 operan dengan tingkat akurasi 88 persen. Meski kalah menguasai bola, Senegal malah banyak melepaskan tembakan, 11 tembakan 9 tepat sasaran.
Sementara Inggris banyak memainkan bola tapi hanya 8 kali tembakan, 4 tembakan tepat sasaran.