indonews

indonews.id

Netanyahu Lakukan Diplomasi Intensif dengan Sejumlah Pemimpin Dunia Usai Diserang Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah melakukan diplomasi intensif dengan sejumlah pemimpin dunia di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Iran. Melalui pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu disebut telah berbicara dengan Kanselir Jerman, Perdana Menteri India, dan Presiden Prancis.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.IDPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah melakukan diplomasi intensif dengan sejumlah pemimpin dunia di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Iran. Melalui pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu disebut telah berbicara dengan Kanselir Jerman, Perdana Menteri India, dan Presiden Prancis.

"Perdana Menteri dijadwalkan akan berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri Inggris," demikian keterangan yang dikutip pada Sabtu (14/6/2025).

Dalam komunikasi tersebut, Netanyahu menekankan pentingnya hak Israel untuk mempertahankan diri dari apa yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial dari Iran. “Ancaman tersebut mencakup potensi pemusnahan terhadap Israel,” tulis pernyataan resmi.

Netanyahu juga menyatakan akan terus menjalin kontak dengan para pemimpin dunia dalam beberapa hari mendatang untuk mengonsolidasikan dukungan internasional.

Konflik antara Israel dan Iran kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan memuncak setelah serangkaian serangan militer saling balas terjadi di kawasan Timur Tengah.

Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke arah Israel sebagai pembalasan atas serangan udara besar-besaran ke sejumlah titik di wilayahnya. Dikutip dari Al Jazeera, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam tindakan Israel dan menegaskan balasan Iran tidak akan setengah hati.

“Rezim Zionis tidak akan luput dari konsekuensi kejahatannya. Tanggapan kami tidak akan setengah-setengah,” ujar Khamenei dalam pernyataan resmi.

Sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai kota besar Israel termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Sebuah proyektil dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan dan menghantam blok apartemen di kawasan perkotaan, menyebabkan kerusakan besar. Menurut laporan Haaretz, sedikitnya 15 warga mengalami luka di wilayah Israel tengah.

Pemerintah Israel telah meminta warganya untuk berlindung di tempat aman, sementara layanan darurat bersiaga penuh.

Sementara itu, dalam laporan Bloomberg, Netanyahu mengklaim bahwa serangan terhadap Iran telah dipersiapkan sejak November 2024. Ia menyatakan bahwa badan intelijen Israel telah berhasil menyusup sangat dalam ke jaringan Iran.

Sima Shine, mantan pejabat tinggi Mossad, mengatakan bahwa Israel bahkan telah mendirikan pangkalan drone di dalam wilayah Iran dengan bantuan agen-agen rahasia jauh sebelum konflik terbuka ini terjadi.

Eskalasi militer Israel dalam beberapa bulan terakhir bermula dari serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 250 orang lainnya diculik. Sejak saat itu, Israel melancarkan serangan militer masif ke Gaza, yang menurut berbagai laporan, telah menewaskan lebih dari 55.000 orang.

Israel juga memperluas operasi militer terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman, yang disebut-sebut mendapatkan dukungan Iran, sebelum akhirnya memfokuskan serangan langsung ke Iran.

Konflik ini kini berpotensi meluas menjadi perang regional besar yang melibatkan kekuatan global, dan dunia menanti dengan cemas perkembangan selanjutnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas