indonews

indonews.id

Antre Sejak Subuh! Ratusan Warga Serbu Disdukcapil Kota Tangerang untuk Legalisir Dokumen Pendaftaran SMA/SMK

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang dipadati ratusan warga sejak Sabtu (14/6/2025) pagi. Mereka mengantre sejak subuh untuk mengurus legalisir dokumen, terutama akta kelahiran, yang menjadi syarat utama pendaftaran ke SMA/SMK negeri tahun ajaran 2025/2026.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang dipadati ratusan warga sejak Sabtu (14/6/2025) pagi. Mereka mengantre sejak subuh untuk mengurus legalisir dokumen, terutama akta kelahiran, yang menjadi syarat utama pendaftaran ke SMA/SMK negeri tahun ajaran 2025/2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean warga mengular hingga halaman depan kantor. Banyak warga terlihat membawa map berisi dokumen dan bahkan memanfaatkan dokumen tersebut sebagai kipas manual untuk mengurangi panas selama menunggu.

Salah satu warga, Suci (nama samaran) asal Poris, mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WIB. "Saya berangkat dari Poris jam setengah tujuh pagi, sampai sini jam tujuh lewat, tapi antrean sudah panjang," ujar Suci kepada Kompas.com.

Ia mengaku baru mengetahui kewajiban legalisir dari informasi yang beredar di media sosial. "Sudah capek dari pagi, belum masak, udah keluar modal buat Grab, jajan juga, ternyata di dalam juga sudah penuh," keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Siska (42), warga Cipondoh, yang datang bersama anaknya. "Saya tadi dapat nomor antrean 195, padahal datang jam 07.00 WIB," kata Siska.

Ia menyebut ada warga lain yang sudah datang sejak pukul 04.00 pagi. "Ini semua buat persyaratan masuk SMA negeri," tambahnya.

Meski mengeluhkan panjangnya antrean, Siska mengapresiasi adanya sistem antrean prioritas bagi bayi dan lansia. "Pelayanan lumayan oke, karena saya bawa bayi, jadi sama mereka didahuluin," ujarnya.

Kepadatan di halaman Disdukcapil membuat banyak warga duduk lesehan di berbagai sudut. Mereka membawa camilan dan air minum sebagai bekal menghadapi antrean yang panjang dan melelahkan.

Sementara itu, para petugas terlihat kewalahan menghadapi lonjakan jumlah pemohon yang datang dalam waktu bersamaan. Belum ada informasi resmi dari pihak Disdukcapil terkait upaya pengelolaan antrean atau rencana perpanjangan layanan khusus untuk keperluan pendaftaran sekolah.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya sosialisasi lebih awal serta sistem pelayanan yang adaptif, terutama menjelang masa-masa pendaftaran pendidikan. Warga berharap agar ke depan Disdukcapil dapat menyediakan layanan daring atau penjadwalan antrean untuk menghindari penumpukan dan ketidaknyamanan serupa.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas