indonews

indonews.id

Iran Akhirnya Ngaku! Fasilitas Nuklirnya Babak Belur Diserang AS dan Israel

Pemerintah Iran akhirnya mengakui bahwa sejumlah fasilitas nuklir mereka mengalami kerusakan serius akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam sepekan terakhir.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers yang dikutip oleh Al Jazeera pada Rabu (25/6/2025).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Iran akhirnya mengakui bahwa sejumlah fasilitas nuklir mereka mengalami kerusakan serius akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam sepekan terakhir.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers yang dikutip oleh Al Jazeera pada Rabu (25/6/2025).

“Fasilitas kami telah diserang berulang kali. Itu pasti alasan kerusakan yang terjadi,” ujar Baghaei saat menjawab pertanyaan wartawan. Ia menambahkan bahwa Organisasi Energi Atom Iran saat ini sedang menangani dampak teknis dari serangan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (22/6/2025), AS meluncurkan serangan udara ke tiga lokasi penting nuklir Iran—Natanz, Fordo, dan Isfahan—dengan mengerahkan tujuh pembom siluman B-2 Spirit dan menjatuhkan 14 rudal GBU-57 Massive Ordnance Penetrators (MOP), bom penghancur bunker seberat 13 ton.

Sementara Fordo, fasilitas bawah tanah dengan tingkat keamanan tinggi, menjadi sasaran utama, Natanz sempat lebih dulu diserang oleh Israel pada Jumat (13/6/2025). Isfahan, lokasi strategis yang diyakini menyimpan uranium dengan tingkat pengayaan mendekati kualitas senjata, juga diserang dalam gelombang yang sama.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa serangan tersebut berhasil menghancurkan total kemampuan nuklir Iran. “Fordo sudah lenyap,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Namun, klaim Trump itu menuai bantahan dari sejumlah media dan sumber intelijen. CNN, mengutip asesmen awal Pentagon, melaporkan bahwa serangan tersebut tidak menghancurkan komponen inti program nuklir Iran.

Bom bunker yang dijatuhkan disebut hanya menutup akses masuk ke fasilitas bawah tanah, tanpa merusak infrastruktur inti yang terletak jauh di bawah permukaan.

Laporan serupa juga dirilis oleh AFP, yang menyatakan bahwa bangunan bawah tanah dan persediaan uranium masih dalam kondisi utuh, sementara yang rusak hanyalah pintu masuk fasilitas.

Trump menanggapi laporan tersebut dengan amarah di media sosial, menyebut CNN dan New York Times menyebarkan berita palsu. “Mereka berusaha mengerdilkan salah satu serangan militer paling berhasil dalam sejarah,” tulis Trump dengan huruf kapital di Truth Social.

Hingga kini, penilaian lebih lanjut terhadap dampak kerusakan masih dilakukan oleh badan intelijen AS. Meski begitu, pengakuan Iran menandai pengakuan resmi pertama atas dampak dari serangan yang memicu ketegangan militer paling tajam antara AS dan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas