Jakarta, INDONEWS.ID - Militer Israel mengumumkan telah menembak mati empat pejuang Hamas yang keluar dari sebuah terowongan di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, pada Minggu (30/11). Insiden itu terjadi di wilayah timur Rafah, yang saat ini berada dalam penguasaan militer Israel.
Dilaporkan oleh Al Arabiya News, puluhan pejuang Hamas disebut masih bersembunyi di jaringan terowongan di Gaza selatan, tepatnya di bawah area yang kini dikuasai pasukan Israel. Terowongan-terowongan itu selama ini dikenal sebagai salah satu infrastruktur utama Hamas untuk bergerak, bersembunyi, dan melakukan serangan.
Menurut pernyataan resmi militer Israel, insiden tersebut terjadi pada malam hari ketika pasukan Israel tengah melakukan operasi di kawasan timur Rafah. Saat itu, empat pejuang Hamas terlihat muncul dari salah satu akses terowongan.
“Empat teroris yang keluar dari infrastruktur bawah tanah di area tersebut teridentifikasi. Dengan panduan Angkatan Udara Israel, pasukan kemudian menyingkirkan para teroris itu,” demikian bunyi pernyataan militer Israel.
Militer Israel menegaskan pasukan Komando Selatan IDF tetap dikerahkan di kawasan itu sesuai dengan perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku, namun mereka akan terus melakukan operasi untuk menghilangkan setiap ancaman langsung.
Sebelumnya, pada Jumat, militer Israel menyatakan bahwa lebih dari 30 pejuang Hamas yang mencoba melarikan diri dari jaringan terowongan telah tewas. Hal ini menunjukkan bahwa terowongan-terowongan di Gaza selatan masih menjadi titik fokus operasi militer Israel.
Di sisi lain, pada Kamis, beberapa sumber diplomatik menyampaikan kepada AFP bahwa negosiasi sedang berlangsung terkait nasib pejuang Hamas yang masih berada di dalam jaringan terowongan di Gaza selatan. Negosiasi itu disebut melibatkan berbagai pihak yang berupaya mencari jalan keluar terhadap situasi para pejuang yang terjebak di bawah tanah tersebut di tengah tekanan militer yang terus meningkat.